Disparbudpora dan Bappeda Kabupaten Sumenep Beda Pendapat Soal Rencana Pembangunan Stadion A Yani

  • Whatsapp
(FOTO: KM/MOH RAZIN) AMBRUK: Kondisi tribun bagian depan sebelah barat di Stadion A Yani Kabupaten Sumenep belum ada perbaikan.

KABARMADURA.ID, SUMENEP – Rencana renovasi dan perawatan Stadion A Yani dipastikan gagal terealisasi tahun ini. Salah satu indikasinya, lantaran anggaran dipangkas. Hal tersebut diungkapkan, Kepala Bidang (Kabid) Pemuda dan Olahraga Disparbudpora Kabupaten Sumenep, Subiyanto, Senin (07/12/2020).

Menurutnya, meski tahun ini tidak ada dana perawatan, seperti tahun-tahun sebelumnya, akan diupayakan Rp750 juta untuk perencanaan renovasi di bagian tribun penonton di tahun 2021. Salah satu, pertimbangannya, stadion tersebut satu-satunya sarana olahraga yang dipakai untuk laga sepakbola Nasional.

Bacaan Lainnya

Sedangkan, kondisi fisik stadion tersebut sangat mengenaskan, seperti keberadaan tribun yang mulai ambrol dan dikhawatirkan membahayakan terhadap suporter. “Berhubung anggaran tersebut dikhawatirkan tidak cukup akibat refocusing. Sehingga tahun ini, tidak ada perbaikan terhadap stadion, kondisinya bisa dilihat sendiri, memang tidak ada perawatan,” katanya.

Pihaknya optimis bisa diperbaiki di tahun 2021, bahkan sudah mengajukan agar bisa dilaksanakan di awal tahun. Sebab wabah Covid-19 mulai mereda dan pertandingan sudah diizinkan, sedangkan kondisi lapangan tidak layak untuk digunakan sebagai lapangan laga Nasional.

“Kami sudah mengajukan, tinggal menunggu disposisi dari Bappeda, sehingga bisa direnovasi, dan rumputnya bisa terlihat seperti lapangan sepakbola,” imbuhnya.

Sementara itu, Bagian Perencanaan dan Evaluasi, Bappeda Kabupaten Sumenep, Singga Darajat, mengatakan berhubung kekuatan anggaran pendapatan dan belanja daerah (APBD) tidak memadai,  tidak semua pengajuan bisa disepakati. Bahkan, skala prioritas yang menjadi acuan. Sedangkan, untuk stadion A Yani, tahun ini tidak masuk perencanaan.

“Pembahasan APBD 2021 sudah selesai, tapi saya kroscek di data ini kok tidak ada, berarti belum prioritas,” responnya singkat. (ara/ito)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *