Disparbudpora Kabupaten Sumenep Akui Sebian Besar Pokdarwis tidak Aktif

  • Whatsapp
(FOTO: KM/IMAM MAHDI) BERBENAH: Keberadaan kelompok sadar wisata (pokdarwis) membutuhkan kepedulian Pemerintah Kabupaten Sumenep, demi keoptimalan dalam menjaga pesona wisata di setiap daerah kecamatan.

KABARMADURA.ID, SUMENEP -Minimnya ketersediaan kelompok sadar wisata (pokdarwis), akibat mengundurkan diri cukup berdampak terhadap pengembangan wisata.  Sehingga, perlu adanya pembenahan agar keberadaan wisata terawasi dengan optimal. Hal tersebut diungkapkan, Kepala Dinas Pariwisata Budaya dan Olahraga (Disparbudpora) Kabupaten Sumenep, Bambang Irianto, Minggu (20/12/2020).

Menurutnya, secara umum pokdarwis tersebar di 27 kecamatan. Hanya saja, saat ini tinggal 17 pokdarwis, itupun sebagian tidak aktif tanpa alasan jelas. Pokdarwis, murni dibentuk atas kesadaran atau kemauan dari swadaya masyarakat yang tinggal di sekitar destinasi wisata. Pemilihan anggota dan struktur kepengurusan, sepenuhnya ditentukan kelompok tersebut.

Bacaan Lainnya

Pihaknya, hanya membantu memfasilitasi pengukuhan pengurus dan memberikan pembinaan. Semua kecamatan sudah dibentuk pokdarwis. Tetapi, selama ini banyak pokdarwis yang tidak aktif. ”Dari 17 pokdarwis, hanya ada sebagian yang tidak aktif  hingga saat ini. Pokdarwis itulah yang terus kami bina dan dampingi,” ucapnya.

Dia menuturkan, ada banyak faktor pokdarwis tidak aktif. Salah satunya, sumber daya manusia (SDM) yang masih relatif rendah, bahkan ketidakseriusan pokdarwis dalam menjalankan program pengembangan wisata menjadi salah satu penyebabnya. Selama ini, pemkab tidak menyediakan anggaran untuk pokdarwis. “Mengenai pokdarwis memang harus butuh pembinaan,” tukasnya

Meski demikian, dirinya berjanji akan mengaktifkan kembali pokdarwis yang sudah terbentuk di semua kecamatan. Tujuannya, agar potensi wisata yang ada di wilayah kecamatan atau desa bisa dikelola dengan baik. Bahkan, bila perlu memberikan rekom untuk mengikuti bimbingan teknis (bimtek) dan studi banding ke daerah lain untuk mengetahui pengembangan wisata.

“Kedepan memang harus ada pemgembangan. Terutama dalam hal menciptakan suasana wisata yang cukup mempesona. Jika diusahakan, Insyaallah terkabulkan,” optimisnya.

Sementara itu, Anggota IV DPRD Kabupaten Sumenep, M. Syukri mengaku, upaya pengembangan tempat wisata tidak lepas dari peran pokdarwis. Sehingga, Disparbudpora punya tanggung jawab memberikan pembinaan dan pendampingan kepada pokdarwis. “Jika pokdarwis berkurang karena berhenti, maka perlu pembenahan dari OPD terkait,” sarannya. (imd/ito)

 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *