oleh

Disparbudpora Sumenep Akan Masukkan Tari Moang Sangkal di Kurikulum Lokal

KABARMADURA.ID, SUMENEP-Tahun 2020, Tari Muang Sangkal ditetapkan sebagai karya budaya asli Sumenep oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia. Penetapan itu melalui keputusan nomor 129251/MPK.F/KB/2020.

Sebelumnya Dinas Pariwisata Budaya Pemuda dan Olahraga (Disparbudpora) Sumenep mengajukan hal itu dan harus melalui proses seleksi yang ketat.

Kepala Bidang (Kabid) Kebudayaan Disparbudpora Sumenep Robi Firmansyah menyampaikan, dengan bekerja sama dengan Balai Pelestarian Nilai Budaya (BPNB) Yogyakarta melalui kajian dan penelitian yang panjang.

“Penemunya di Sumenep yaitu almarhum pak Taufik, nah itu kami persiapkan dari sisi sejarahnya dan poin lain yang dibutuhkan, untuk memenuhi kriteria,” kata Robi, Selasa (23/3/2021).

Untuk menjaga kelestarian seni tari tersebut, pihaknya berencana memasukkan dalam kurikulum pendidikan lokal. Selain memang ada kegiatan rutin tarian Moang Sangkal yang mempunyai nilai istimewa tersebut.

Salah satunya dengan memberikan panggung saat ada kegiatan bersama pemerintah, termasuk untuk menyambut tamu-tamu dari luar Madura bahkan mancanegara, dan sejauh ini ada respon atau penilaian positif terhadap tarian yang ditetapkan pada tahun 2020 tersebut.

“Usulan pak bupati agar berkoordinasi dengan seluruh stakeholder untuk memasukkan tari itu di materi sekolah. Di setiap gerakan itu pasti ada makna yang terkandung,” ulas Robi untuk memastikan apresiasi terhadap salah satu kesenian tari Sumenep ini.

Menurutnya, di Kota Keris ini masih banyak kebudayaan dan kesenian yang tetap diberikan panggung dan diapresiasi, misalnya ketika keadaan normal dan ada banyak kegiatan atau even yang digelar, maka porsi kesenian lokal seperti saronen dan sebagainya pasti lebih banyak atau sering tampil.

Robi berharap, ke depan lebih banyak lagi kebudayaan yang akan ditetapkan, sebab Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumenep masihmengkaji dan meneliti asal muasal atau sejarah kebudayan dan kesenian di Sumenep.

“Ya tentunya kami bersama para penggiat dan tim ahli kesenian terus berkoordinasi untuk lebih banyak lagi pengakuan terhadap kebudayaan di Sumenep ini,” pungkasnya. (ara/waw)

Komentar

News Feed