Disparbudpora Sumenep Akui Anggaran Pembinaan Pemuda Minim

  • Whatsapp
(FOTO: KM/MOH RAZIN) PEMBINAAN: Pemuda harus diratakan untuk mendapatkan perhatian pemerintah.

KABARMADURA.ID, SUMENEP -Keseriusan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumenep untuk memberikan stimulasi di bidang pengembangan kegiatan pemuda masih tidak optimal, hal itu terlihat tahun ini minim pembinaan.

Untuk kegiatan kepemudaan tahun ini hanya difokuskan untuk kegiatan pasukan pengibar bendera pusaka (paskibraka) dan usaha santri, sementara untuk pramuka serta kegiatan lainnya, masih mengambang. Sebab, minim ketersediaan anggaran.

Bacaan Lainnya

Hal tersebut diungkapkan oleh Pelaksana tugas (Plt) Kepala Bidang (Kabid) Pemuda dan Olahraga Dinas Pariwisata Budaya dan Olahraga (Disparbudpora) Sumenep, Saifuddin Ansari. Menurutnya, tahun ini dana untuk menstimulasi pemuda hanya tersedia Rp400 juta.

“Sebenarnya ada tiga titik fokus, mulai dari paskibraka, wirausaha santri, dan pelopor pemuda. Pelopor pemuda saja tidak ada anggarannya,” kata dia.

Dia menegaskan, pada dasarnya realisasi dana kepemudaan, seperti paskibraka masih melalui beberapa tahapan. Seperti seleksi, pelatihan dan tersedianya ruang kelas khusus.

“Untuk paskibraka sudah berjalan penggunaan anggarannya, peserta diberikan pelatihan, mulai dari tahap awal yaitu ukuran tinggi badan dan diperiksa kesehatannya,” imbuhnya.

Selain itu, peserta hanya mendapatkan pembekalan terkait pemahaman kebangsaan ketika proses karantina, dan ketika peserta paskibraka dinyatakan lolos seleksi, maka langsung dijadikan pemandu upacara.

Masih menurut Saifuddin, sementara untuk usaha milenial santri dianggarkan Rp3 miliar, hal itu juga sudah berjalan penggunaanya, tetapi untuk kegiatan pemuda lainnya masih belum terjadwal tahun ini.

“Tiga program saja tahun ini, kalau pembinaan organisasi dan lain-lain masih belum ada,” pungkasnya. (ara/mam)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *