Disparbudpora Sumenep Gagal Renovasi Stadion A Yani

  • Whatsapp
(FOTO; KM/MOH RAZIN) GAGAL-Komisi IV Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Sumenep menyayangkan gagalnya realisasi renovasi stadion A Yani.

KABARMADURA.ID, Sumenep -Gagalnya proyeksi renovasi stadion utama A Yani cukup menjadi perhatian serius kalangan wakil rakyat. Terutama Komisi lV Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Sumenep,

Mereka menyayangkan gagalnya perbaikan stadion yang sudah direncanakan sejak awal untuk proses pembangunannya. Semestinya, pihak eksekutif memperhitungkan skala prioritas seluruh pembangunan di kota keris, agar tidak asal merencanakan.

Bacaan Lainnya

“Ya wajar ada refocusing, tapi untuk fasilitas stadion kayaknya rencana sudah dua tahunan lebih, tapi sampai saat ini terbengkalai, saya memang sering menanyakan itu,” ucap Ketua Komisi lV DPRD Sumenep, Roza Ardi Kautsar Senin (19/10/2020).

Menurutnya, stadion tersebut merupakan satu-satunya tempat yang dijadikan ajang laga lokal dan tidak jarang digunakan laga bergengsi, seperti liga 3 yang secara tidak langsung mengundang masyarakat luar untuk datang ke kabupaten paling timur Pulau Madura ini.

Termasuk yang menjadi pertimbangan utama,  keselamatan suporter dengan kondisi ambruknya tribun di stadion tersebut. Sebab, jika dibiarkan khawatir akan memakan korban ketika lapangan sepak bola itu digunakan sebagai tempat pertandingan.

“Dan eksekutif pasti lebih memahami pertimbangan itu, kami memang menyayangkan, jika sudah rencana matang lalu gagal. Stadion itu memang sangat dibutuhkan, misalnya untuk digunakan laga antar kecamatan,” paparnya.

Sementara itu Kepala Bidang (Kabid) Olahraga Dinas Pariwisata Budaya Pemuda dan Olahraga (Disparbudpora) Sumenep mengatakan, meskipun sempat dianggarkan Rp750 juta, dana tersebut terimbas refocusing akibat Covid-19.

Menurutnya,  tanggaran yang memang memungkinkan dan sesuai dengan kebutuhan serapan refocusing adalah stadion A Yani. Meskipun aktivitas pengerjaan lain seperti di kepulauan, pembangunan gedung olahraga (gor) tetap berlanjut,  pertimbangannya seluruh pembangunan sama-sama urgen.

“Memang lebih memungkinkan  anggaran stadion yang dipangkas. Sebab statusnya adalah renovasi, sehingga lebih memungkinkan untuk ditangguhkan dulu,” paparnya. (ara/ito)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *