oleh

Disparbudpora Sumenep Hapus Anggaran Kepemudaan

KABARMADURA.ID, Sumenep -Peningkatan pemuda di bidang kreatifitas dan prestasi tingkat nasional maupun internasional, di bidang olahraga rupanya tidak lagi menjadi perhatian pemerintah. Kondisi tersebut dibuktikan dengan nihilnya anggaran di Dinas Pariwisata Budaya dan Olahraga (Disparbudpora) Sumenep.

Kepala Bidang (Kabid) Pemuda dan Olahraga, Sukbiyanto mengatakan, sebelumnya memang dianggarkan bagi pemuda yang memiliki bakat di bidang olahraga. Anggaran itu sebagai bentuk apresiasi pernah mengikuti kompetisi hingga menjadi atlet. Penghargaannya sebesar Rp50 juta setiap atlet dan pelatih.

“Banyak program kami yang memang saat ini mengalami perubahan, banyak pekerjaan yang direncanakan gagal, termasuk paskibra itu tidak difungsikan, anggaran dana pemuda kena hapus, gara-gara Covid19 ini,” ujarnya.

Menurutnya, sesuai dengan kebutuhan pemuda, maka disiapkan anggaran, tinggal mengajukan kebutuhan tersebut. Beruntung, beberapa aktivitas pemuda saat ini rata-rata tidak berjalan, terlebih di internal Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI).

“Kegiatan tersebut mangkrak dikarenakan aktivitas masyarakat dibatasi. Dan untuk dana pemuda biasanya ketika sudah masuk akhir tahun sudah terserap dengan maksimal,” ucapnya.

Sehingga dalam memberikan perhatian atau mencari alternatif lain, pihaknya masih belum menemukan solusi. Akibatnya, aktivitas yang melibatkan kreativitas pemuda bisa dikatakan terabaikan.

“Kami hanya berharap seluruh pemuda tetap berperan dalam mengambangkan hal-hal positif, sehingga puncaknya apabila pemerintah mempunyai kemampuan maka akan diprioritaskan, termasuk pramuka saat ini tidak di kami lagi,” imbuhnya.

Sementara itu Halim Kusuma salah satu pelatih atlet mengatakan, sampai saat ini meskipun hasil didikannya bisa mendapatkan juara di laga bergengsi, bahkan menjuarai berkali-kali di tingkat nasional, masih nihil penghargaan.

“Belum pernah mendapatkan reward. Tapi teman-teman tetap semangat,” paparnya. (ara/ito)

Komentar

News Feed