oleh

Disparbudpora Sumenep Target Patenkan 10 Cagar Budaya

KABARMADURA.ID, SUMENEP -Jumlah situs bersejarah di Kabupaten Sumenep mencapai ratusan. Hal itu berdasarkan penelitian dan kajian dari tim ahli, sedikitnya ada sekitar 227 tempat di Sumenep yang ditetapkan sebagai situs bersejarah. Dari sekian situs bersejarah tersebut, ada 10 situs yang ditargetkan menjadi cagar budaya.

Kepala Bidang (Kabid) Kebudayaan, Dinas Pariwisata Budaya Pemuda dan Olahraga (Disparbudpora) Sumenep Robi Firmansyah menyampaikan, selain 10 cagar budaya yang sudah ditetapkan, tahun ini pihaknya kembali mengusulkan penambahan cagar budaya. Saat ini pihaknya sudah berkoordinasi dengan tim ahli cagar budaya (TACB).

“Tahun ini memang dianggarkan lagi dan kami targetkan 10 cagar budaya, objek-objeknya kan ratusan tempat, tinggal memilah dan fokus pada penelitian yang ditargetkan,” katanya, Rabu (23/3/2021).

Robi menambahkan, tapi yang menjadi persoalannya lagi-lagi ada spek anggaran yang terbatas, tahun ini dana untuk proses pengkajian cagar budaya hanya sekitar Rp75 juta saja. Anggaran yang bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Sumenep tahun 2021 tersebut juga dikhususkan untuk menggaji tim ahlinya.

Namun meski anggaran terbatas, tahun ini dipastikan ada penambahan cagar budaya, artinya dari ratusan situs akan dipilih 10 yang akan dicari dan memenuhi persyaratan untuk ditetapkan, misalnya usianya sudah lebih dari 1 abad.

“Kecil memang anggaranya, apalagi sebagian untuk perawatan cagar budaya yang sudah ditetapkan,” imbuhnya.

Dia menyebutkan sudah ada beberapa tempat yang mendapatkan surat keputusan (SK) dari bupati. Di antaranya Komplek Keraton Sumenep, Masjid Jami’ Sumenep, dan Benteng Kalimo’ok Kalianget.

Sementara sisanya ditetapkan tahun 2020 ini, yaitu Asta Pangeran Lor dan Wetan, Asta Panembahan Blingi Sapudi, dan Kawasan Kota Tua Kalianget. Rekomendasi tersebut berdasarkan pengkajian kevalidan dari referensi literatur yang memang jelas. (ara/mam)

Komentar

News Feed