Disparbudpora Tolak Rencana Penarikan Retribusi di Tajamara

  • Whatsapp
Retribusi Daerah: Taman Tajamara diharapkan menjadi penyumbang PAD Sumenep.

Kabarmadura.id/Sumenep-Dinas Pariwisata, Kebudayaan, Pemuda, dan Olahraga (Disparbudpora) Sumenep, tidak setuju dengan wacana penarikan retribusi berupa tarif parkir bus di Taman Tajamara. Pasalnya, wancana tersebut dinilai tidak sesuai dengan rencana awal pemanfaatan Ruang Terbuka Hijau (RTH) yang terletak di Jalan Trunojoyo tersebut.

Kepala Disparbudpora Sumenep Carto menyampaikan, Taman Tajamara sejak awal direncanakan untuk menunjang program kepariwisataan. Oleh karenanya, Taman Tajamara akan dijadikan tourist information center atau pusat informasi bagi wisatawan.

Nantinya kata Carto, taman tersebut akan dilengkapi berbagai fasilitas yang berkenaan dengan destinasi wisata Sumenep, baik potensi destinasi wisata, kuliner khas, serta informasi lain yang menunjang kenyamanan para wisatawan yang akan menikmati destinasi wisata di Kota Keris.

“Saya tidak setuju kalau di Tajamara mereka masih dikenakan biaya parkir, sudahlah gratiskan saja, biar para wisatawan itu bisa lebih leluasa menikmati sajian-sajian kesenian di sana,” katanya, kemarin (3/10)

Ketimbang ditarik retribusi, Carto menambahkan, alangkah baiknya para wisatawan, baik lokal maupun mancanegara, diberikan kebebasan dalam menyaksikan kesenian-kesenian yang ditampilkan oleh setiap komunitas kesenian Sumenep, yang memang sudah direncanakan sejak awal akan dipusatkan di Taman Tajamara.

Dengan demikian, pihaknya berkeyakinan strategi seperti itu, akan membeikan kepuasan tersendiri bagi para wisatawan yang berkunjung ke Sumenep. Terlebih, jika rencana untuk ketersediaan pemandu khusus yang bertugas mengenalkan daerah-daerah, serta berbagai budaya yang dimiliki oleh Sumenep dapat terealisasi.

“Kami sudah punya sepuluh lebih pemandu yang sudah bersertifikat, mereka akan diberi upah setiap harinya, sehingga para wisatawan tidak nyasar lagi untuk berkeliling Sumenep ini,” imbuhnya.

Sementara itu, Kepala Bidang (Kabid) Penataan Ruang Dinas PU Perumahan Rakyat, Kawasan Permukiman, dan Cipta Karya (PU PRKP dan Cipta Karya) Sumenep Indra Wahyudi mengatakan, rencana untuk menjadikan Taman Tajamara sebagai pusat parkir bus pariwisata, masih belum terealisasi.

“Ya memang kami telah merapatkan terkait itu, masih belum ada keputusan untuk sementara waktu,” katanya. (ara/pin)

 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *