Dispendukcapil Bangkalan Anggarkan Rp1 M untuk Perekaman e-KTP Keliling

  • Whatsapp
(FOTO: KM/HELMI YAHYA) SOLUSI: Menjelang pemilihan kepala daerah (pilkada) 2024 cukup banyak penduduk yang belum memiliki elektronik Kartu Tanda Penduduk (e-KTP).

KABARMADURA.ID | BANGKALAN -Demi mengoptimalkan pendataan menjelang pemilihan kepala daerah (pilkada) 2024, Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Dispendukcapil) akan menyiapkan alat perekaman mobile atau keliling. Hal ini diungkapkan Kadispendukcapil Bangkalan Zakariya melalui Kasi Identitas Agus Soeharyono, Minggu (31/10/2021).

Menurut dia, minimnya warga yang seharusnya memiliki elektronik Kartu Tanda Penduduk (e-KTP) hingga saat ini belum terpenuhi. Sedangkan untuk melakukan perekaman ke bawah sudah mempersiapkan dana alokasi khusus (DAK) Rp1.070.000.000. Sebab belum terpenuhinya target perekaman e-KTP harus terselesaikan.

Bacaan Lainnya

“Kami tahu banyak warga yang seharusnya punya e-KTP, tapi tidak mengurusnya. Makanya kami akan terjun langsung ke rumah warga atau jemput bola,” ujarnya.

Pihaknya menuturkan, jika mengandalkan alat perekaman yang tersedia di kecamatan hasilnya tidak maksimal. Sebab alat yang tersedia bersifat statis. Sedangkan mayoritas warga yang belum memiliki identitas kependudukan merupakan golongan lanjut usia (lansia), sakit dan gangguan jiwa.

”Kebanyakan masyarakat hanya mengurus ketika sudah keadaan genting dan baru diketahui kalau yang bersangkutan tidak memiliki e-KTP. Kami sangat bersyukur mendapatkan alokasi dana ini. Jadi akan kami manfaatkan untuk pengadaan alat perekaman berjalan. Sehingga warga tidak lagi harus ke kecamatan maupun ke dinas. Karena sudah menggunakan mobil keliling,” tuturnya.

Lebih lanjut pria yang akrab disapa Agus ini menjelaskan, pelayanan dilakukan secara langsung tanpa perantara kepala desa (kades) maupun camat.  Sehingga jika ada yang ingin melakukan perekaman bisa langsung menghubungi pihak pelayanan Dispenduk. “Kami ingin langsung penanganan, jadi tidak perlu dikoordinir atau juga dikondisikan waktunya,” jelasnya.

Sementara itu, salah satu Staf Kecamatan Arosbaya Bangkalan Abdur Rohim mengaku, perekaman secara langsung ke rumah warga cukup efektif. Namun jika diacak atau tidak terjadwal akan menyulitkan pihak Dispendukcapil. Apalagi, jika jaraknya jauh dan hanya beberapa orang.

“Kalau satu-satu tanpa dijadwal, ini nanti malah tambah tidak efektif dan memakan waktu lama. Akibatnya, operasional akan membengkak dan penduduk yang menunggu juga bisa terlalu lama. Alangkah baiknya dilakukan koordinasi dengan kades agar lebih mudah, Karena tidak semua jalan rumah warga bisa dilalui oleh mobil keliling tersebut,” sarannya.

Reporter: Helmi Yahya

Redaktur: Totok Iswanto

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *