oleh

Dispendukcapil Pamekasan Peduli Administrasi Anak

Kabarmadura.id/Pamekasan -Keseriusan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pamekasan untuk memberikan pelayanan prima terhadap masyarakat mulai terealisasi. Faktanya Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Dispendukcapil) melaunching Kartu Indentitas Anak (KIA) di Mandhepah Agung Ronggo Sukowati, Senin (4/11).

Kegiatan tersebut merupakan serentetan dari peringatan Hari Jadi (Harjad) Pamekasan ke 489. Hadir dalam acara launching, Kadispendukcapil Pemprov Jatim, Wakil Bupati Pamekasan, Sekretaris Daerah Kabupaten (sekdakab) dan beberapa perwakilan Organisasi Pemerintah Daerah (OPD).

Pelaksan Tugas (Plt) Kadispendukcapil Pamekasan, Mohammad Alwi, mengatakan sebagai dasar pelaksaan pemberian KIA tertera pada undang-undang (UU) 23 tahun 2006 sebagaimana dirubah dengan UU 24 tahun 2013 tentang admistrasi kependudukan.

Serta UU 23 tahun 2002 sebagaimana telah dirubah dengan UU 35 tahun 2014 tentang perlindungan anak. Selain itu, Peraturan Menteri dalam Negeri (Permendagri) nomor 2 tahun 2016 tentang kartu indentitas anak.

“Latar belakang diberikanya KIA kepada anak usia lima tahun hingga kurang 1 hari usia 17 tahun supaya anak-anak Pamekasan terlindungi hak-haknya sebagai anak. Tujuannya untuk meningkatkan pendataan, perlindungan dan pelayanan publik serta sebagai upaya untuk meberikan perlindungan warga Negara,” paparnya.

Alwi (sapaan akrabnya) menegaskan salah satu manfaat dari KIA sebagai persyaratan pendaftaran sekolah. Sehingga para anak yang mendapatkan kartu bisa dengan mudah meberikan kartu indentitasnya.

“Tapi mayoritas dalam dokumen kependudukan adalah perubahn dokumen kependudukan menyesuaikan dengan ijasah dan paspor, ini yang paling banyak kami hadapi setiap hari. Seharusnya pembuatannya harus berdasar dokumen kependudukan seperti KK, Akte Kelahiran dan E-KTP,” tegasnya.

Dengan adanya KIA yang diberikan terhadap masing-masing anak di daerah mampu mengoptimalkan penertiban administrasi. Terutama mengenai penulisan indentitas, baik dalam rapor siswa, Ijasah ataupun di dokumen penting lainnya.

“Mudah-mudahan tidak ada lagi kesalahan penulisan di dokumen sepeti raport ijasah, dan paspor,” ujarnya.

Mengenai mekanisme dalam pemberian KIA tahun 2019 ini di khususkan untuk Kecamatan kota dan Pademawu. Sebab blanko KIA sangat terbatas. Meski demikian pihaknya berjanji untuk tahun 2020 mendatang akan melayani pembuatan KIA dari semua wilayah yang tersebar di 13 kecamatan.

Adapun jumlah anak se-kabupaten Pamekasan yang terdata yakni 196.186 orang. Mengenai sumberdana dari launching KIA bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Pamekasan tahun 2019.

Sementara itu Wabup Pamekasan Raja’e mengaku sangat bangga dengan langkah pembuatan KIA untu anak-anak di daerah. Menurutnya, KIA mampu membantu urusan pendataan identitas anak. Apalagi, akhir-akhir ini banyak keluhan dari masyarkat mengenai identas anaknya.

“Jujur banyak keluhan dari beberapa masyarkat berkaitan dengan posisi anak-anak mereka yang selama ini mengalami kesulitan dalam mebuat beberapa dokumen kependudukan,” tegasnya.

Dengan demikian keluhan yang datang dari masyarkat tersebut tidak akan terjadi di masa yang akan dating. Sebab Dispendukcapil sudah berkikhtiar untuk menyiapkan KIA yang sangat dibutuhkan oleh masyarakat. (rul/ito/adv)

Komentar

News Feed