Dispendukcapil Sampang habiskan Rp475 Juta untuk Blangko KK

  • Whatsapp
KM/SUBHAN PELAYANAN: Untuk memenuhi kebutuhan blangko KK di Kabupaten Sampang, Dispendukcail Sampang tahun ini menguras dana hingga Rp475 juta.

Kabarmadura.id/SAMPANG-Belanja blangko kartu keluarga (KK) Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dispendukcapil) Kabupaten Sampang capai Rp475 juta. Dana tersebut untuk pembelian blangko sebanyak 95 ribu.

Kepala Bidang (Kabid) Pengolahan Informasi Admistrasi Kependudukan dan Pemanfaatan data Dispendukcapil Sampang Edi Subinto mengatakan, tahun ini kuota blangko KK yang di sediakan instansinya sebanyak 95 ribu. Satu blangko dianggarkan Rp5 ribu, sehingga setahun blanja blangko itu mencapai Rp475 juta.

“Jumlah pemohon secara riil tidak bisa diprediksi, setiap hari kisarannya 400 pemohon,” terangnya.

Pemohon KK terbanyak terkait perubahan KK, seperti status perkawinan, pindah KK, menambah gelar dan semacamnya. Sedangkan permohonan KK baru relatif sedikit.

“Selama ini, kami kebanyakan melayani perubahan KK, kalau yang pemohon KK baru sangat jarang sekali, karena tidak seperti KTP, ada batasan umurnya,” ungkapnya.

Menurut Edi  sapaan akrabnya, pengadaan blangko KK itu, harus melalui proses lelang. Ia mengatakan, pengadaan blangko KK tahun ini di laksanakan oleh PT. Swadharma Eragrafindo Sarana dengan harga penawaran dan harga terkoniksi Rp468 juta.

Sebelumnya, salah satu warga Sampang, Mad Juri mengeluhkan pelayanan di Dispendukcapil Sampang. Ia mengaku kecewan dan kesal karena pelayanan yang kurang ramah. Selain itu, proses pengurusan dokumen kependudukan dinilai berbelit, membutuhkam waktu hingga tiga hari bahkan lebih.

Ia menceritakan, saat dirinya hendak membuat KK harus menunggu selama berhari-hari, padahal semua persyaratan sudah dilengkapi sesuai ketentuan dan aturan yang berlalu. Sehingga dirinya harus bolak balik ke Dispendukcapil Sampang, padahal waktu itu stok blangko KK banyak.

“Saya pribadi berharap kedepan pelayanan di Dispendukcapil ini harus lebih efektif dan efisien, sehingga tidak merugikan masyarakat. Masak, penerbitan satu KK saja butuh waktu hingga tiga hari lebih,”harapnya. (sub/rei)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *