Dispendukcapil Sampang Tidak Lagi Keluarkan TTD Manual

  • Whatsapp
(FOTO: KM/JAMALUDDIN) DISPENDUKCAPIL: TTD elektronik sudah diberlakukan,  TTD manual ditiadakan

Kabarmadura.id/Sampang-Semenjak diterapkan tanda tangan (TTD) elektronik Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Dispendukcapil) Kabupaten Sampang tidak akan mengeluarkan tanda tangan secara menual.

Sebab, dengan TTD elektronik itu masyarakat tidak perlu dimintakan legalisir ketika data kependudukan dibutuhkan, terpenting sudah dilakukan TTD dengan elektronik.

Bacaan Lainnya

Pelaksana tugas harian (Plh) Kepala Dispendukcapil Edi Subinto mengatakan, untuk lebih efektifnya dalam pengurusan data kependudukan saat ini sudah diterapkan TTD elektronik.

Namun, saat ini masih ada tiga dokumen kependukan yang sudah diterapkan TTD elektronik, adapun dari tiga dokumen tersebut paling banyak yang dibutuhkan sampang adalah surat pindah.

“Kami sudah menerapkan TTD elektronik, untuk surat keterangan pindah penduduk diterapkan paling awal 5 Mei 2020, untuk akte 19 mei. Untuk KK diterapkan pada 8 juni 2020,” ungkapnya, Minggu (14/6/2020).

Adapun proses penyelesaian dari dokumen kependudukan yang melalui TTD elektronik ini melalui proses balai sertifikasi elektronik yang ada dibawah naungan badan siber dan sandi nasional (BSSN).

Untuk mekanismenya dari operator mengajukan proses dari masing-masing jenis data, kemudiam diverifikasi oleh kasi atau kabid, kemudian kabid mengajukan kepada kadis, kadis kemudian mengirim kepada BSSN untuk diautentivikasi, setelah diautentivikasi usulan dari kadis itu kemudian turun keoperator untuk dilakukan percetakan.

“Jadi dengan seperti itu, Kadis bisa mengeskusi atau mengajukan permohonan cetak dokumen itu dimana saja, tidak harus di kantor, bahkan meeski waktu ikut rapat bisa diajukan permohonan cetak itu, sebab busa diakses melalui by phone, terpenting ada jaringan,” imbuhnya

Dijelaskan, dengan diterapkan TTD elektronik tersebut TTD manual sudah ditiadakan, namun itu hanya untuk KK, Akte dan surat pindah.

Bahkan pihaknya berharap jika ada tiga dokumen kependudukan setelah tanggal penerapan TTD elektronik masih  ada TTD secara manual, pihaknya mengharapkan diinformasikan atau laporkan ke Dispendukcapil.

“Sebab untuk KK, Surat Pindah, Akte tidak mengelurakan dokumen yang di TTD secara manual, adapun yang di TTD secara manual itu hanya KIA dan akte kematian,” tuturnya.

Adapun dasar dari peraturan tersebut tercatat di permindagri nomor 1/ 04/2019 dan disitu dijelaskan bahwa dokumen kependudukan yang di TTD secara elektronik itu tidak perlu legalisir.

“Dengan Berlakunya TTE tidak bermakna bahwa yang masih TTD manual tidak berlaku, sebab ada yang belum melakukan TTD elektronik,” pungkasnya (mal/mam).

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *