oleh

Dispendukcapil Ulur Pemberlakuan KIA

Kabarmadura.id/SAMPANG-Sejatinya, Pemerintah Kabupatan (Pemkab) Sampang melalui Dinas Kependudukan dan Pencacatan Sipil (Dispendukcapil) menargetkan pemberlakuan kartu identitas anak (KIA) tahun ini. Sayangnya, hingga saat ini, pemberlakuan KIA pada anak usia 0-17 di wilayah itu tidak kunjung ada kejelasan.

Alasannya, Dispendukcapil Sampang masih menunggu pengadaan sarana, karena untuk pemberlakuan KIA tersebut, dibutuhkan sarana khusus, seperti alat pencetakan kartu, pengadaan blangko dan menyiapkan sumber daya manusia (SDM).

Berdasarkan Peraturan Menteri Dalam Negeri (Permendagri) Nomor 2 Tahun 2016 Tentang KIA, semua daerah wajib memberlakukan KIA kepada anak usia 0-17 tahun. Namun di Sampang, peberlakuan KIA itu, baru ditargetkan tahun ini. Alhasil hingga saat ini belum ada progres.

Kepala Dispendukcapil Sampang Moh. Ali Wafa yang dikonfirmasi melalui Kabid Pengolahan Informasi Administrasi Kependudukan dan Pemanfaatan Data Edi Subinto mengatakan, belum diberlakukannya KIA itu, karena sarana belum siap, sedangkan pengadaan sarana tersebut, masih diagendakan pada triwulan kedua tahun ini.

Menurut dia, pemberlakukan KIA sebagaimana Permendagri 2/2016 itu, diklaim tidak bersifat mengikat dan memaksa. Pasalnya, kemampuan daerah dalam menjalankan amanat perarutan itu beragam dan relatif terbatas.

“Kemungkinan pemberlakuan KIA ini baru bisa terlaksana pada pertengahan tahun ini. Kami masih fokus untuk pengadaan sarana dan SDMnya,” ucap Edi Subinto saat ditemui di ruang kerjanya, Selasa (26/2).

Ia menjelaskan, jika berpedoman pada Permendagri 2/2016 tentang KIA itu, Kabupaten Sampang terlambat dalam pemberlakuan KIA, karena baru akan melaksanakan tahun ini, sedang regulasi sudah diundangkan tiga tahun yang lalu.

“Tahun ini, kuota blangko KIA yang disiapkan hanya 5 ribu keeping, sedangkan jumlah anak yang wajib memiliki KIA mencapai 100 ribu jiwa. Pemberlakuan KIA tahun ini sekedar menunjukkan Sampang sudah mampu menerapkan Permendagri 2/2016,” bebernya.

Pemberlakukan KIA itu merupakan rangkaian kegiatan pendataan dan dokumen kependudukan resmi yang diakui oleh negara. Setiap anak usia 0-17 tahun yang sudah memiliki akta kelahiran, wajib dibuatkan KIA sebagai dokumen kependudukan sebelum memiliki e-KTP.

“KIA ini menunjukkan identitas resmi yang legal dan dapat digunakan untuk mendaftar sekolah dan sebagainya,” pungkas Edi. (sub/waw)

Komentar

News Feed