oleh

Disperindag Naikkan PAD Pasar Anom

KABARMADURA.ID, SUMENEP-Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Sumenep menaikkan target Pendapatan Asli Daerah (PAD) Pasar Anom dari Rp634 juta di tahun 2020 menjadi  Rp650  juta di tahun 2021.

Kepala Bidang (Kabid) Perdagangan Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Sumenep, Ardiansyah Ali Shocibi mengakui, meski tidak mencapai target, PAD pasar pasti dinaikkan. Saat ini dinaikkan Rp67 juta lebih. Alasanya, dirinya akan menggenjot pembayaran retribusi para pedagang yang nakal.

“Tahun sebelumnya, tidak mencapai target. Karena banyak para pedagang yang tidak bayar retribusi,” katanya, Rabu, (24/3/2021)

Dia juga menjelaskan, selain nakalnya pedagang sejauh ini realisasi dan target pendapatan daerah yang diperoleh masih relatif kecil. Hal ini karena terkendala dalam hal pengelolaan yang belum maksimal. “Potensi untuk meraup pendapatan asli daerah (PAD) di Sumenep masih bisa dimaksimalkan dengan cara terus menggenjot para petugas pedagang,” ujarnya.

Dia menjelaskan, selama 2020, pihaknya melakukan penyisiran dengan operasi terhadap pemakaian stand yang menunggak pembayaran. Selain itu, Ardi juga melakukan pendekatan secara persuasif dengan para pedagang.

Lebih lanjut, Ardi menjelaskan  saat ini pihaknya tengah mengupayakan peralihan tarif sewa kios, los atau toko di seluruh pasar tradisional. Pada tahun 2020, target PAD Pasar keseluruhan ditargetkan Rp1,5 miliar. Capaiannya, senilai Rp1,5 miliar lebih. “Hanya perolehan Pasar Anom yang lemah,” ucapnya.

Sementara itu, anggota Komisi II DPRD Sumenep mengatakan, pencapaian PAD pasar harus lebih banyak lagi. Harapannya, semua pasar perlu pendekatan persuasif para pedagang. Dengan demikian, para pedagang tidak nakal dalam hal pembayaran. “Perlu kerja keras dari OPD,” pungkasnya. (imd/maf)

 

Komentar

News Feed