Disperindag Pamekasan Akui Penambahan Kios Pasar Pakong Terbatas Anggaran

  • Whatsapp
(Km; khoyrul umam syarif) MINIM ANGGARAN: Ada 202 pedagang Pasar Pakong yang dinyatakan belum mendapatkan jatah kios. Sayang, tahun ini penambahan bangunan kios terbatas.

Kabarmadura.id/Pamekasan-Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Pamekasan, mengaku masih kesulitan untuk mengoperasikan Pasar Pakong. Pasalnya, meski sudah tiga tahun dibangun, 400 kios di pasar itu belum bisa dimanfaatkan, lantaran tidak sesuai dengan jumlah pedagang.

Ironisnya, penambahan bangunan kios yang direncanakan akan dibangun tahun ini belum mampu memenuhi kekurangan 202 kios sesuai jumlah pedagang. Disperindag mengaku keterbatasan anggaran, sehingga hanya mampu sebanyak 11 kios dengan anggaran Rp500 juta.

Menurut Kepala Disperindag Pamekasan Bambang Edy Suprapto, untuk pengoperasian Pasar Pakong direncakanakan akan dilakukan pada akhir Maret. Meskipun diakuinya, sampai saat ini jumlah kios belum mampu mencukupi jumlah pedagang di pasar tersebut.

“Yang nggak cukup kami tempatkan di lahan-lahan kosong,” paparnya, Kamis (26/3/2020).

Dia menjelaskan, pihaknya tidak mau ambil resiko lebih besar dengan menunda pemanfaatan gedung pasar yang diakui sudah mulai tidak terawat. Dengan demikian, meskipun tempat tidak memadai, pihaknya tetap akan meminta pedagang untuk menempati kios yang sudah dibangun.

Lebih lanjut dirinya mengaku sudah melakukan upaya untuk memberikan tempat secara merata, dengan cara mengurangi jumlah kios pedagang yang awalnya memiliki dua kios, akan diberi jatah satu kios, sebab tempat jualan yang ada masih sangat terbatas.

“kami upayakan bangun lagi jika ada uangnya, pembanungan 11 kios sekitar Rp500 jutaan, sudah ada anggrannya,” ujarnya.

Bambang menambahkan, untuk progres pembangunan 11 kios itu, saat ini masih pada tahap review perencaan pembangunan, sehingga masih belum dilakukan lelang, ketika sudah selesai persiapannya, dirinya berjanji untuk segera melakukan pembangunan tambahan kios itu.

“Belum digelar, masih review perencanaan,” pungkasnya. (rul/pin)

 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *