Disperindag Pamekasan Hanya Fokus pada Serapan Pabrikan Rokok Besar

  • Whatsapp
(FOTO: KM/KHOYRUL UMAM SYARIF) PABRIKAN: Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Pamekasan belum koordinasikan serapan tembakau kepada 48 pabrikan rokok.

KABARMADURA.ID, PAMEKASAN -Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Pamekasan hanya mengkoordinasikan serapan tembakau dengan 9 dari 57 pabrikan rokok yang ada. Sebab 9 pabrikan itu dianggap berpengaruh terhadap terserapnya seluruh tembakau petani.

Menurut Kepala Disperindag Pamekasan Achmad Sjaifuddin, untuk koordinasi dengan pabrikan rokok sudah dilakukan pada bulan Maret. Namun, dari 9 pabrikan tersebut ada 1 pabrikan yang sudah memutuskan untuk tidak melakukan pembelian pada tahun ini, 1 pabrikan lainya tidak menentukan sikap untuk melakukan pembelian. Padahal, di Bumi Ratu Pamelingan, ada 57 pabrikan yang terinventarisir.

Bacaan Lainnya

“Jadi yang kami sasar dulu yang pabrik besarlah, bukan yang pabrik lokal, kalau yang pabrik lokal kan serapannya tidak terlalu besar, walaupun itu sangat membantu. Cuma yang kita data ini adalah data pabrik besar; seperti Djarum, Gudang Garam, Sadana, Sukun, Noyorono,” paparnya, Selasa (1/6/2021).

Lebih lanjut, ia mengungkapkan bahwa pendataan target serapan pabrik lokal tidak terlalu diseriusin, karena target serapannya tidak terlalu besar, sehingga fokusnya hanya pada 9 pabrik.

“Yang pabrik lokal tidak kami data secara khusus. Kami hanya mendata pabrik besar, pemain rokok nasional, selain itu tidak usah dihitung” ujarnya.

Ia juga menjelaskan, untuk harga pembelian tembakau pada tahun 2021 belum ditentukan, karena dirinya berjanji akan memfasilitasi semua unsur yang berkepentingan, agar  harga pembelian tembakau tahun 2021 sesuai dengan kualitas produksi hasil petani tembakau.

“Kan masih agak lama, sekarang masih musim awal tanam, kalau asumsi kemarin untuk panen tembakau bulan Agustus-September,” tukasnya. (rul/maf)

 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *