Disperindag Pamekasan Klaim Waktu Terbatas tidak Menjadi Penghambat Pengerjaan

  • Whatsapp
(FOTO: KM/KHOYRUL UMAM SYARIF) PEMBANGUNAN: Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Pamekasan akan mengawasi ketat pembangunan yang bersumber dari dana PEN selesai tepat waktu.

KABARMADURA.ID, PAMEKASAN – Pembangunan tujuh titik lokasi sebagai penunjang fasilitas pasar akan direalisasikan tahun ini. Dana pembangunan yang bersumber dari anggaran pendapatan dan belanja negara (APBN), melalui program pemulihan ekonomi Nasional (PEN) tersebut dipastikan seelsai tepat waktu. Hal ini diungkapkan, Kepala Bidang (Kabid) Perdagangan, Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Pamekasan, Imam Hidajad, Senin (1/12/2020).

Menurutnya, meski waktu yang tersedia hanya 30 hari kerja, untuk progres pelaksanaannya sudah mencapai 50 persen. Sebab, pekerjaan pembangunan dimulai pada bulan November kemarin. Bahkan, terbatasnya waktu dalam pelaksanaan pembangunan bukan alasan ,untuk menunda pengerjaan proyek tersebut.

Bacaan Lainnya

Sebab, rekanan yang sudah kontrak, berkomitmen untuk melaksanakan pekerjaan sesuai dengan target yang ada. “Progresnya sudah berjalan 50 persen dari total pelaksanaan yang ada, sampai batas waktu sesuai dengan kontrak bisa tercapai, selama tidak ada kendala yang berarti, insyallah tepat waktu,” optimisnya.

Dia menjelaskan, untuk koordinasi dengan pihak ketiga sudah tersampaikan dengan baik. Bahkan, untuk memaksimalkan pelaksanaannya sudah dilakukan kunjungan secara khusus, sebagai langkau pemantauan perkembangan pembangunannya. Sebab, mekanisme pengerjaan menggunakan sistem penunjukan langsung, dengan anggaran di bawah Rp200 juta.

“Pada pertengahan Desember insyaallah akan selesai, karena pengerjaannya tidak terlalu rumit, dan kami juga sudah menunjuk pengawas yang setiap hari selalu mengontrol pengerjaannya, jadi kami juga minta laporan dari pengawas, bahkan kami juga sudah ke lapangan,” paparnya.

Sementara itu, Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Pamekasan, Harun Suyitno, menekan, agar kualitas pengerjaan harus menjadi prioritas utama. Pihaknya mewanti-wanti, terbatasnya waktu menjadi alasan mendasar dalam mengerjakan proyek tersebut secara serampangan. Sebab hal itu, hasil pekerjaan sangat berguna untuk memberikan pelayanan kepada masyarakat.

“Kami menginginkan pekerjaan dilakukan secara profesional, dana itu memang untuk memberikan fasilitas yang cukup memadai kepada masyarakat yang membutuhkan,” tukasnya. (rul/ito)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *