oleh

Disperindag Pamekasan Luncurkan Madu Koncer Di Harkonas

Kabarmadura.id/PAMEKASAN – Hari konsumen nasianal  (Harkonas) menjadi ajang yang tepat bagi Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Pamekasan dalam meluncurkan program Masyarakat Peduli Konsumen Cerdas (Madu Koncer).

Peluncuran Madu Koncer dimaksudkan untuk meningkatkan keberdayaan konsumen, serta mewujudkan perlindungan konsumen yang sinergis dan terintegrasi antara peraturan pemerintah yang diakses melalui satu pintu. Sehingga, dapat lebih memudahkan konsumen dalam mengadukan permasalahan, keluhan, maupun melakukan konsultasi.

“Madu Koncer salah satu pelayanan publik inovasi yang dimiliki Disperindag yang intensif tahun 2019 ini kepada masyarakat,” Kata Nurul hidayati, Kasi Pengawasan Barang Beredar Disperindag Pamekasan,  Sabtu (20/4).

Nurul menambahkan, dalam program tersebut masyarakat bisa berpartisipasi aktif untuk turut mengawasi barang yang beredar di masyarakat, agar tidak merugikan konsumen. Misalnya, dimungkinkan toko-toko yang menjual barang kedaluarsa (tidak layak konsumsi) atau expired.

“Pengawasan kami kan terbatas, maka kami harap partisipasi langsung masyarakat melalui Madu Koncer, melalui call center kami, baik dengan mengirim pesan melalui WA, SMS,  atau telpon langsung. Silakan kirim ke nomor: 081333745677 atau info@disperindag.pamekasankab.go.id, semua aduan akan ditindaklanjuti,” tuturnya.

Dijelaskan, meski program itu baru dilakukan, sampai saat ini sudah banyak masyarakat yang melakukan pengaduan via layanan online mulai permasalahan, keluhan, maupun melakukan konsultasi.”Di pasar 17 Agustus kemarin sudah ada pengaduan ada barang yang diduga tidak layak konsumsi,” paparnya.

Program itu Mengacu kepada Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen. Sejak tahun 2012, pemerintah menerbitkan Keputusan Presiden No. 13 Tahun 2012 tentang Hari Konsumen Nasional (Harkonas)pada tanggal 20 April 2019. Peringatan Harkonas diharapkan akan menempatkan konsumen sebagai subyek penentu kegiatan ekonomi.

“Dengan begitu, program Madu Koncer adalah bagian dari usaha melestarikan Harkonas, sehingga menjadi konsumen cerdas yang cinta produk dalam negeri serta cerdas dalam mengkonsumsi barang yang tidak expired,” bebernya.

Terahir, Nurul menuturkan, seiring berkembangnya zaman, konsumen tidak terbatas pada konsumen offline saja. Pemasaran produk dan jasa dari para peritel e-commerce telah berubah secara signifikan dalam beberapa tahun terakhir, dimana popularitas online shoppingsemakin tinggi. Maka dari itu, konsumen yang cerdas harus terlebih dahulu meneliti dalam membeli produk dan jasa yang mereka butuhkan.

“Konsumen digital harus membaca ulasan dan mencari informasi mengenai produk dan jasa sebelum melakukan transaksi belanja online,” pungkasnya.

Mengenai hal itu, Anggota Komisi II DPRD Pamekasan Harun Suyitno menyampaikan, Program Madu Koncer harus sinergi dengan kebijakan pemerintah yakni, dapat meningkatkan pemahaman konsumen akan hak dan kewajibannya. Sehingga, memotivasi pelaku usaha untuk meningkatkan kualitas produk dan layanan yang siap menjadi tuan rumah di negeri sendiri dan mampu bersaing di pasar global.

“Konsumen yang cerdas adalah konsumen yang paham tentang hak perlindungan konsumen. Sehingga, tidak akan mudah tergoda dengan diskon harga yang besar tapi barang yang dibeli nantinya tidak terpakai,” pintarnya.

Menurutnya, Sebagai konsumen yang cerdas, beberapa hal yang perlu dilakukan di antaranya; teliti sebelum membeli, melihat label, kartu manual garansi, dan tanggal kedaluarsa, mengecek keaslian penjual, memastikan bahwa produk yang akan dibeli tersebut sesuai dengan standar kualitas K3L (kesehatan, keselamatan kerja dan lingkungan).

“Membeli barang sesuai dengan kebutuhan tidak hanya sekedar keinginan saja,” tutupnya.(km45/pai)

Komentar

News Feed