Disperindag Pamekasan Optimis 15 Revitalisasi untuk 10 Pasar Tuntas Tahun Ini

  • Whatsapp
(FOTO: KM/KHOYRUL UMAM SYARIF) REVITALISASI; Perbaikan pasar di tahun 2020 tidak setara dengan target pendapatan asli daerah (PAD) Kabupaten Pamekasan.

KABARMADURA.ID, Pamekasan -Revitalisasi puluhan pasar di Kabupaten Pamekasan sebagian sudah terealisasi. Sedikitnya ada 15 titik revitalisasi di  10 pasar yang tersebar di 13 kecamatan. Hal tersebut diungkapkan, Kepala Bidang (kabid) Perlindungan Konsumen dan Kemetrologian, Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Pamekasan,  Imam Hidajad, Rabu (21/10/2020).

Menurutnya, sumber anggaran pembangunan untuk tahun 2020 dari anggaran pendapatan dan belanja daerah (APBD), dan dana insentif daerah (DID). Namun untuk target pendapatan asli daerah (PAD) dari 13 pasar  lebih kecil dari anggaran perbaikan atau pembangunan.  “Revitalisasi pasar pada tahun 2020 sebanyak 15 titik, berada di 10 pasar,” ungkapnya.

Bacaan Lainnya

Dijelaskan, untuk rincian revitalisasi pasar rakyat sudah selesai dibangun dengan total anggaran Rp642 juta bersumber dari APBD. Sedangkan, 7 pasar masih belum dikerjakan dengan sumber anggaran  DID Rp1,3 Miliar. Sisanya di APBD terdapat 4 pasar rakyat belum dikerjakan. “Kami yakin untuk pengerjaannya bisa dituntaskan pada tahun ini,” optimisnya.

Imam juga menyampaikan, untuk target PAD dari 13 pasar rakyat di tahun 2020 mencapai Rp2 miliar. Namun di sisa anggaran yang kurang 3 bulan masih belum mencapai 100 persen. “Untuk persentase dari realisasi masih mencapai 66.63 Persen,”pungkasnya.

Sementara itu, Wakil Ketua Komisi II Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Pamekasan Ismail Arrahim, mengatakan anggaran yang dikeluarkan untuk pembangunan maupun perbaikan pasar harus seimbang dengan pendapatan.  Sebab pada dasarnya, perbaikan dilakukan untuk membenahi kekurangan fasilitas.

“Jadi itu memberikan pelayanan kepada para pedagang, juga memberikan layanan kepada para pembeli, biar perekonomian lebih hidup. Pembangunan pasar itu lelang harus sehat, kualitasnya harus bagus, dan manfaatnya harus sangat dirasakan oleh pedagang dan masyarakat yang berbelanja,” sarannya. (rul/ito)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *