Disperindag Pamekasan Pesimis Produk IKM Mampu Bersaing dengan Produk Luar

  • Whatsapp
(FOTO: KM/ ALI WAFA) RENDAH: Bupati Pamekasan saat meninjau produk industri kecil menengah (IKM) milik warga Samatan Proppo.

Kabarmadura.id/Pamekasan–Daya beli produk hasil industri kecil menengah (IKM) di Kabupaten Pamekasan, masih terbilang rendah. Indikasinya, dari berbagai retail modern yang beroperasi di wilayah itu, baru ada satu took modern yang bekerjasama dengan untuk menjual produk IKM lokal.

Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Pamekasan Achmad Sjaifudin mengatakan, geliat IKM di wilayahnya terbilang tinggi. Hanya saja, hal itu tidak diimbangin dengan minat toko modern untuk menampung produk olahan masyarakat Pamekasan.

Bacaan Lainnya

“Saya lihat daya jualnya masih belum laku keras, jadi banyak stok yang tersedia,” ungkap, Kamis (6/8/2020)

Dia menyebut, varian produk IKM masih perlu ditingkatkan agar lebih beragam. Pihaknya berjanji akan terus meningkatkan pembinaan kepada para IKM agar produknya dapat bersaing dengan produk modern.

Sejauh ini pihaknya memberikan pembinaan melalui webinar dan pelatihan secara online. Meskipun hal itu diakui tidak terlalu efektif, namun dirinya tidak bisa berbuat banyak, lantaran program pembinaan harus terhambat wabah Covid-19.

Terkait rendahnya minat toko modern untuk memperjualbelikan produk IKM Pamekasan, pihaknya mengaku tidak bisa memaksa pasar modern untuk mengakomodir produk IKM, sebab hingga saat ini tidak ada aturan yang dapat memberi tekanan kepada pasar modern agar mau memasarkan produk IKM.

“Kalau hanya sekedar imbauan, mereka pasti akan mencari produk-produk yang memiliki daya jual tinggi,” tukasnya.

Dia mengaku butuh peraturan pemerintah agar bisa sedikit menekan pasar modern untuk mengakomodir produk IKM.

Sehingga perlu perlindungan dan perlakuan secara khusus untuk para pelaku UMKM maupun IKM. Menurutnya, jika dibiarkan berkompetisi secara bebas dengan produk IKM lain, tentu produk IKM Pamekasan akan kalah saing dengan pabrik besar yang memproduksi produk berkualitas.

“Sementara yang daya jualnya agak tinggi yaitu produk makanan dan minuman (mamin),” tutupnya.

Terpisah, Wakil Ketua Komisi II Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Pamekasan Ismail A Rahim mengatakan, pihaknya telah mengusulkan revisi rancangan peraturan daerah (raperda) mengenai pertokoan modern.

Namun menurutnya, masih terdapat beberapa sisi yang masih perlu dibenahi. Kendati begitu, usulan tersebut telah disetujui oleh badan pembentukan peraturan daerah (Bapemperda) dan biro hukum, dan bisa dilanjutkan untuk dibahas.

Dengan menjamurnya toko modern, menurutnya, harus disertakan di daerah perkotaan, sebab jika dibiarkan masuk ke wilayah pedesaan akan mengganggu para pengusaha kecil. Selain itu, toko modern harus menyerap produk lokal dan harus ditegaskan oleh perda.

“Ini harus diatur oleh Perda dan dikuatkan oleh peraturan bupati, kalau tanpa perda kemudian diatur oleh Perbup kurang kuat tekanannya,” tegasnya. (ali/pin)

 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *