oleh

Disperindag Pamekasan Sebut SPBU Tidak Sigap Atasi Kebakaran

Kabarmadura.id/Pamekasan–Musibah kebakaran yang melalap satu unit mobil carry yang sedang mengisi bahan bakar minyak (BBM) ke belasan jeriken di stasiun pengisian bahan Bakar Umum (SPBU) Larangan Badung, mendapat perhatian publik. Lantaran pengelola SPBU dinilai tidak sigap terhadap peristiwa tersebut.

Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Pamekasan Achmad Sjaifudin melalui stafnya Imam Hidajad mengatakan, setiap SPBU memiliki alat pemadam kebakaran ringan (APAR). Namun dirinya tidak mengerti kenapa bisa hingga melalap hangus seluruh mobil.

Namun demikian, Imam menjelaskan, pihaknya tidak memiliki kewenangan dalam mengatur standar pengamanan di SPBU. Dia mengaku, pihaknya hanya berwenang dalam hal perdagangan BBM di SPBU. Menurutnya, untuk mengatur dan mengawasi standar pengamanan di SPBU adalah Pertamina.

“Fasilitas itu ada, di semua SPBU pasti ada. Tapi mungkin kurang sigap saja,” ujarnya, Kamis (16/7/2020)

Sementara Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kusairi mengaku, pihaknya telah melakukan edukasi terhadap anggotanya untuk bisa bertindak sesegera mungkin manakala terdapat kejadian kebakaran. Sehingga dia berharap ke depannya, kebakaran bisa diatasi sebelum semakin parah.

“Kami akan evaluasi. Saya berharap tidak lagi ada seperti kemarin itu. Jadi harus sigap dan mementingkan ke selamatan diri juga,” tukasnya.

Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Pamekasan Ismail A Rahim menyangkan kejadian tersebut. Menurutnya, kejadian itu sebagai pelajaran bagi semua SPBU agar bisa mengevaluasi diri. Dia menyesali tindakan pelanggaran yang kerap terjadi pada sejumlah SPBU.

Bahkan dia melihat, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pamekasan selama ini kurang dalam mengawasi SPBU. Bahkan menurutnya, dana pengawasan yang dikucurkan untuk Pemkab mubasir. Dia ingin tahun berikutnya dana pengawasan disetop jika Pemkab terus lemah dalam melakukan pengawasan.

“Ini menjadi pelajaran untuk semua SPBU di Pamekasan. Ini kan diindikasi mengisi BBM dengan jeriken. Itu jelas tidak boleh dan dilarang,” tegasnya. (ali/pin)

Komentar

News Feed