Disperindag: Pasar Tradisional di Kepulauan Terkendala Teknis

  • Whatsapp
(KM/RAZIN) TRANSAKSI: Kondisi pasar di Sumenep belum disentuh, revitalisasi pengendara motor terganggu.

Kabarmadura.id/Sumenep-Rencana pembangunan pasar di dua titik oleh Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Sumenep masih belum sepenuhnya rampung. Padahal, anggarannya sudah siap, yakni Rp1,6 miliar. Itu untuk renovasi dan pembangunan pasar tradisional khusus di daerah kepulauan.

Kepala Bidang (Kabid) Perdagangan Ardiansyah Ali Shochibi menjelaskan, pembangunan kedua pasar sebagai akses perdagangan di kepulauan tersebut sejauh ini masih perlu dikaji ulang. Itu terkait teknis dan beberapa persyaratan lainnya, terutama ketika mau masuk dalam proses tender.

Bacaan Lainnya

“Sampai saat ini masih kajian preview paket proyek dari tim. Termasuk kajian teknis persyaratan dan sebagainya juga masih belum rampung, sehingga insya Allah bulan depan sudah bisa diumumkan pemenangnya,” katanya, Kamis (19/2).

Diterangkan, dua pasar tradisional yang rencananya akan dibangun adalah di Kecamatan Gili Genting dan di Kepulauan Kangayan yang direncanakan memang akan segera digarap.

Sementara untuk pasar tradisional di Gili Genting yang merupakan pasar harian, akan mendapatkan paket renovasi dan pembangunan tambahan. Itu sebagai pelengkap atau penyempurnaan dari keberadaan pasar yang berada di daerah Pantai Sembilan tersebut.

Ardian menambahkan, untuk pasar tradisional di Kepulauan Kangayan, karena terbilang baru, berarti tidak ada renovasi. Tetapi, tepatnya membangun pasar baru untuk memudahkan akses kebutuhan masyarakat sekitar Kangayan.

Pihaknya berharap tidak hanya kedua pasar yang akan diselesaikan, termasuk diharapkan juga adalah pembangunan Pasar Batuan sudah normal atau sudah selesai. Harapannya, bisa segera beroperasi tahun ini. Selanjutnya kedua pasar tradisional yang berada di kepulauan tersebut akan segera diselesaikan juga, mengingat kebutuhan masyarakat kepulauan juga begitu urgen, sehingga rantai perekomian dapat membantu kesejahteraan di kepulauan.

“Selanjutnya nanti akan koordinasi terkait kelanjutan pasar tersebut,” pungkasnya.(ara/nam)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *