Disperindag Pastikan Pasar 17 Agustus Gagal Diremajakan

  • Whatsapp
(FOTO: KM/DOKUMEN) REFOCUSING: Rencana peremajaan pasar 17 Agustus gagal digelar tahun ini

KARMADURA.ID, PAMEKASAN – Kepada Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Pamekasan Ahmad Sjaifudin memastikan jika peremajaan pasar 17 Agustus gagal terlaksana tahun ini. Karena anggaran yang sempat dialokasikan untuk proyek peremajaan tersebut direfocusing untuk percepatan penanganan Covid-19.

Proyek peremajaan pasar 17 Agustus tersebut, pada awalnya,  ungkap Ahmad Sjaifuddin adalah salah satu prioritas Bupati Pamekasan yang harus diselesaikan tahun ini. Hal itu, guna menyambut gelaran pelaksanaan Musabaqah Tilawatil Quran   (MTQ) Jawa Timur yang direncanakan akan digelar pada November mendatang di Pamekasan.

“Urgensinya kan untuk mempercantik pasar tersebut. Tapi karena anggarannya tidak ada ya kami cancel dulu,” terangnya, Kamis (1/7/2021).

Pasar 176 Agustus, selain sebagai pasar tradisional yang menjadi jujugan belanja kebutuhan pokok dan pasar unggas, juga menjadi pasar sentra batik Pamekasan. Sejumlah tamu penting Pamekasan seringkali berkunjung ke Pasar 17 Agustus untuk berbelanja batik dan pakaian khas pamekasan.

Sjaifuddin menceritakan, jika tahapan untuk peremajaan pasar 17 Agustus sejatinya sudah siap dengan master plan. Bahkan, rencana peremajaan yang lengkap tersebut diakui Sjaifuddin sudah dipresentasikan kepada Bupati Pamekasan. 

“Kami tinggal lelang saja, jika anggarannya ada kami lanjutkan,” sambungnya.

Peremajaan pasar 17 Agustus, ada awalnya mendapatkan alokasi anggaran sebesar Rp6 miliar yang diambilkan dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Pamekasan tahun 2021. Namun, dari sisi ketersediaan anggaran pada Disperindag, untuk peremajaan masjid pasar 17 Agustus hanya sebesar Rp3 miliar. 

Sehingga, tegas Sjaifuddin untuk rencana peremajaan pasar tersebut tidak memungkinkan dilakukan tahun ini.

“Kita alihkan ke tahun 2022 untuk peremajaan pasar itu. Itupun jika tahun depan anggarannya tersedia,” pungkasnya. (bai/bri)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *