Disperindag Sampang Tepis Isu Penutupan Pasar Karena Virus Corona

  • Whatsapp
(KM.JAMALUDDIN) TEPIS: Disperindag Sampang pastikan tidak ada penutupan pasar untuk mengantisipasi penyebaran virus corona.

Kabarmadura.id/Samapang-Di tengah merebaknya upaya pencegahan penyebaran wabah virus corona, warga di Kabupaten Sampang dibuat khawatir dengan beredarnya isu penutupan pasar selama tiga hari. Kendati demikian, Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Sampang, menepis isu penutupan pasar tersebut.

Ningsih, warga Kecamatan Sampang menuturkan, pihaknya sempat menerima informasi terkait penutupan pasar selama tiga hari untuk mencegah penyebaran virus corona. Ningsih yang mengaku panik atas adanya informasi tersebut langusng menuju pasar untuk membeli kebutuhan selama penutupan pasar.

“Saya hawatir, karena nanti katanya akan ada penutupan pasar selama tiga hari. Jadi untuk memenuhi kebutuhan selama tiga hari saya menyetok bahan pokok untuk kebutuhan selama tiga hari itu,” ungkapnya, Senin (23/3/2020).

Sementara itu, Pelaksana tugas (Plt) Kepala Disperindag Sampang Abd Hannan melalui Sekretaris Barrul Alim mengatakan, terkait informasi penutupan pasar tersebut hanya isu yang tidak bisa dipertanggungjawabkan, karena sampai hari ini pasar di wilayahnya masih bisa beroperasi seperti biasanya.

Namun untuk mengantisipasi penyebaran virus corona, pihaknya telah melakukan pemasangan tempat pencucian tangan menggunakan air mengalir di setiap pintu masuk pasar. Bahkan, pihaknya tengah menganjukan alat penditeksi suhu untuk melakukan pengecekan kondisi pengunjung pasar.

“Penutupan itu hanya isu, pasar di tetap buka seperti biasa. Namun meskipun buka kami akan tetap melakukan pengecekan terhadap pengunjung,” tegasnya.

Dirinya menegaskan, tidak akan diam untuk melakukan pencegahan penyebaran virus corona di pasar yang ada di Kabupaten Sampang, salah satunya dengan rutin melakukan penyemprotan desinfektan oleh petugas.

Selain itu, pihaknya meminta pada masyarakat agar tetap tenang, tidak panik, namun tetap waspada, serta aktif menjaga pola hidup yang sehat.

“Untuk petugas kesehatan di pasar sejauh ini belum ada, tapi nanti ada petugas untuk melakukan pengecekan ke semua pengunjung pasar,” tukasnya.

Sementara itu, Kepala Bidang (Kabid) Penyelenggaran Pelayanan Perizinan dan Non Perizinan Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Sampang M. Suaidi Asyikin mengatakan, pelayanan pembuatan surat izin usaha di instansinya masih buka seperti biasanya. Hal itu sesuai dengan surat edaran (SE) Bupati Sampang.

Kendati demikian, pihaknya mengaku masih dibukanya pelayanan pembuatan surat izin sebenarnya sangat beresiko. Namun meski beresiko tidak menjadi hambatan untuk memberikan pelayanan pada masyarakat.

“Sebenarnya membuka pelayanan ini sangat beresiko, karena berhadapan dengan masyarakat,” imbuhnya.

Selain itu dirinya mengungkapkan, wabah virus corona menyebabkan pemohon pembuatan surat izin usaha di DPMPTSP mengalami penurunan yang sangat drastis. Menurutnya, sebelum adanya virus corona pembuatan izin setiap harinya mencapai 30 surat, namun dua pekan belakangan ini hanya ada 5 setiap harinya

“Selama tidak ada perintah dari bupati, pelayanan perizinan akan tetap buka seperti biasa,” tutupnya. (mal/pin)

 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *