Disperindag Sumenep: Data Usaha Batik Perlu Diperbaharui

  • Whatsapp
(FOTO: KM/IMAM MAHDI) PERCEPAT: Updating data usaha batik sangat penting dilakukan, hal itu untuk mengetahui banyaknya usaha batik di Sumenep. 

KABARMADURA.ID, SUMENEP -Updating data unit usaha batik di Sumenep tidak terorganisir. Sehingga, puluhan usaha batik tidak terakomodir. Padahal, usaha batik di Sumenep sangat banyak, serta perlu perbaikan data. 

Kepala bidang (Kabid) Industri Dinas Perinduatrian dan Perdagangan (Disperindag) Sumenep Agus Eka Haryadi mengatakan, saat ini sudah ada 100 lebih unit usaha bati. Namun, usaha batik tersebut tidak dilakukan pembeharuan data.

Bacaan Lainnya

“Unit usaha di Sumenep sangat banyak. Namun Disperindag belum updating data,” katanya, Selasa (29/6/2021)

Dikatakannya, saat ini yang terakomdir di Disperindag sebanyak 73 usaha yang sudah mandiri dan dapat mengembangkan usaha sendiri. Proses updating data akan dilakukan sesegera mungkin. Sebab, jika tidak terdata. Maka, unit usaha batik yang tidak tercover di disperindag akan luput perhatian pemerintah.

“Batik merupakan produk unggulan Kabupaten Sumenep dalam sektor industri kreatif atau dalam kategori karya tekstil,” ujarnya. 

Eka melanjutkan, alasan tidak cepat dilakukan updating, karena tenaga pendata terbatas. Para petugas masih sibuk mempersiapkan kegiatan yang lainnya, misalnya pembentukan sentra lain yang saat ini juga akan dibentuk. 

Ia menambahkan, dentra terbesar di Sumenep yakni, di Desa Pakandangan Barat Kecamatan Bluto, kemudian unit-unit usaha yang lain mulai bermunculan pada daerah Langsar, Talango, Batuan, Mandala, Batang-Batang, Pasongsongan, daerah Prenduan dan lainnya. “Kalau updating data sudah dilakukan. Maka, semua unit usaha batik berpotensi mendapatkan perhatian atau bantuan pemerintah,” ucap pria yang akrab di sapa Eka itu. 

Eka menjelaskan, ada 500 orang yang bekerja dalam usaha batik. Ada tiga motif batik di Kabupaten Sumenep yakni, motif klasik, motif terpola, dan motif kontenporer yang semuanya itu lengkap di sumenep. Saat ini idustri batik didaerah sumenep sudah mulai mau berkembang. “Jika sudah maju, maka Sumenep akan terkenal dalam usaha batiknya,” paparnya. 

Sementara di sisi lain, Kepala Disperindag Agus Dwi Saputra mengutarakan, saat ini para pengrajin batik masih terkendala promosi dan pemasaran. Selain itu, updating data para pengusaha batik masih belum selesai. “Kami masih akan mendata. Tujuannya, untuk mengetahui produk batik di Sumenep,” tuturnya. 

Setelah lengkap melakukan pendataan, Disperindag akan mempromosikan hasil usaha tersebut, dan akan berusaha menggarap pameran untuk dapat dikunjungi beberapa wisatawan. Utamanya, wisatawan lokal. “Pendataan akan terus kami lakukan,” pungkasnya. (imd/mam)

 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *