oleh

Disperindag Sumenep Rencanakan Bentuk Sentra Produksi Tingkat Kecamatan

KABARMADURA.ID, SUMENEP -Keberadaan industri kecil menengah (IKM) di Kabupaten Sumenep, belum terakomodir. Seperti, keberadaan sentra batik. Sebab, masih proses pendataan tentang keaktifan IKM. Hal tersebut diungkapkan, Kepala Bidang (Kabid) Pemberdayaan Industri dan Perdagangan Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Sumenep M. Halil Rosihan, Rabu (31/3/2021).

“Kami berencana untuk membentuk sentra produksi di berapa wilayah yang ada di Kabupaten Sumenep meski tidak menyeluruh 27 kecamatan,” ujarnya.

Menurutnya, terdapat 15 sentra IKM yang akan diakomodir tahun ini. Belasan sentra itu, tersebar di 9 kecamatan. Bahkan sudah melakukan koordinasi dengan berbagai pihak, seperti kepala desa (kades) dan kelompok yang akan dibentuk sentra produksi. “Saat ini, tinggal kematangan saja, sebentar lagi terbentuk dan akan diberikan bantuan sesuai anggaran yang ada,” ucapnya.

Pihaknya menuturkan, setiap sentra IKM  akan memperoleh anggaran Rp20 juta. Sebab, totagl anggaran yang disediakan tahun ini mencapai  Rp300 juta. ”Saat ini, masih proses pembentukan dan tahap penyesuaian mas,” tuturnya.

Dia menjelaskan, sentra produksi IKM selain berfungsi sebagai showroom produk industri kreatif, ada juga bidang pelatihan tentang manajemen maupun penciptaan desain dan produk baru. Pihaknya sudah menjalin kerja sama dengan berbagai UMKM, dan mendorong untuk memajang dan memasarkan karyanya di sentra produksi tersebut.

“Meski tidak menyeluruh, kami akan mengusahakan agar tersentuh semuanya, tentunya secara bertahap. Selama dua tahun terakhir ini, kami sudah membentuk 7 sentra produksi batik yang tersebar di 5 Kecamatan, tiga sentara dibentuk pada tahun 2019 sedangkan sisanya pada tahun 2020,” jelasnya.

Sebelumnya, Anggota Komisi II DPRD Sumenep Juhari mengatakan sentra produksi batik merupakan kelompok IKM dalam satu lokasi atau tempat yang menggunakan bahan baku, menghasilkan produk sejenis, dan melakukan proses produksi yang sama. “Tentunya akan mempermudah pembinaan untuk semakin meningkatkan kemampuan IKM di Sumenep,” responnya.

Politisi Partai Persatuan Pembangunan (PPP) itu mengatakan, diperlukan pusat pengembangan desain dan teknologi yang disertai dengan pusat pengembangan sumber daya manusia (SDM). Dinas terkait, harus bertekad memberikan pembinaan IKM. “Karena dengan jumlahnya yang besar, mereka menjadi ujung tombak bagi industri manufaktur,” tukasnya.  (imd/ito)

15 sentra produksi yang akan dibentuk IKM oleh Disperindag Sumenep

  • Sentra Batik di Desa Pakandangan Barat Kecamatan Bluto
  • Sentra Tahu Tempe di Desa Lalangon Kecamatan Manding
  • Sentra Keripik di Desa Lanjuk Kecamatan Manding
  • Sentra Terasi di Desa Ambunten Timur Kecamatan Ambunten
  • Sentra Bambu di Desa Sendir Kecamatan Lenteng
  • Sentra Logam di Desa Lenteng Barat Kecamatan Lenteng
  • Sentra Kasur di Desa Ellak Daya Kecamatan Lenteng
  • Sentra Keris di Desa Aeng Tong-Tong Kecamatan Bluto
  • Sentra Keris di Desa Talang Kecamatan Saronggi
  • Sentra Kerupuk Poli di Desa Gapura Barat Kecamatan Gapura
  • Sentra Siwalan di Desa Nyabakan Timur Kecamatan Batang-Batang
  • Sentra Kerang di Desa Brakas Kecamatan Raas
  • Sentra Mebel di Desa Kombang Kecamatan Talango
  • Sentra Mebel di Desa Palasa Kecamatan Talango
  • Sentra Mebel di Desa Poteran Kecamatan Talango

Tujuh sentra produksi IKM yang sudah terbentuk di 5 kecamatan Kabupaten Sumenep

  • Sentra Alat Dapur di Desa Kalianget Timur Kecamatan Kalianget
  • Sentra Ukir Kayu di Desa Tenonan Kecamatan Manding
  • Sentra Ukir Kayu di Desa Karduluk Kecamatan Pragaan
  • Sentra Olahan Petis di Desa Pasongsongan Kecamatan Pasongsongan
  • Sentra Rengginang di Desa Pragaan Laok Kecamatan Pragaan
  • Sentra Olahan Bawang Goreng di Desa Basoka Kecamatan Rubaru
  • Sentra Kerupuk Ikan di Desa Kerta Sade Kecamatan Kalianget.

 

Komentar

News Feed