Disperindag Sumenep Usulkan 200 IKM Dapat Sertifikat Halal

  • Whatsapp
(FOTO: KM/IMAM MAHDI) BERBENAH: Program fasilitasi sertifikasi halal dan legalitas merek perlu disosialisasikan secara massif.

KABARMADURA.ID, SUMENEP -Sebanyak 300 pelaku industri kecil dan menengah (IKM) terdata di Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Sumenep. Namun, tidak semua produk tersebut memiliki sertifikat halal dan legalitas merek. Padahal, hal tersebut sangat penting untuk dimiliki pelaku usaha untuk jaminan keamanan usahanya.

Kepala Seksi (Kasi) Komoditi Industri Disperindag Sumenep Achmad Badawie mengatakan, IKM yang terdata sebanyak 300 lebih, yang terfasilitasi tahun 2019 sebanyak 37 IKM untuk  sertifikasi halal, pada tahun 2020 untuk sertifikasi halal sebanyak 37 IKM dan dan legalitas merek sebanyak 37 IKM.

Bacaan Lainnya

“Untuk pengajuan tahun 2021 Dinas Perindustrian dan Perdagangan sebanyak 200 IKM, rinciannya merek 100 dan halal sebanyak 100, hal ini masih proses dilakukan,” katanya, (25/08/2021)

Menurutnya, hal tersebut tanpa dasar. Tetapi, berdasarkan Undang-undang Nomor 33 Tahun 2014 tentang jaminan produk halal yang mulai diterapkan sejak 17 Oktober 2019 lalu.

“Sesuai Undang-Undang Produk Halal Tahun 2014 yang diperbaharui pada tahun 2019 bahwa produk yang beredar harus bersertifikat halal,” ujarnya.

Untuk IKM yang masih belum memiliki merek dan sertifikat halal. Maka diharapkan dapat melakukan pendaftaran pada Disperindag, semuanya akan difasilitasi serta akan diproses.

“Di Sumenep sendiri memiliki konsumen dengan mayoritas muslim alias pemeluk agama Islam yang diharapkan mengkonsumsi makanan halal, sehat, dan bergizi,” tegasnya.

Sementara itu, anggota Komisi II DPRD Sumenep Juhari menegaskan, sertifikasi halal dan legalitas merek perlu disosialisasikan. Hal itu agar masyarakat yang memiliki IKM dapat mendaftar untuk dapat merek serta sertifikat halal. Sehingga,  ke depan usaha itu dapat memproduksi berbagai macam olahan makanan dan minuman, bahkan bisa mengirim ke luar daerah.

“Kami terus mendorong pengembangan IKM yang bergerak di sektor pangan,” jelasnya.

Menurutnya, Disperindag perlu memberikan pemahaman secara khusus kepada para pelaku IKM makanan dan minuman agar memperhatikan aspek-aspek yang sangat fundamental. Hal itu untuk peningkatan daya saing produk yang berorientasi ekspor.

“Kedepan, pendekatan persuasif perlu dilakukan,” pungkasnya. (imd/mam)

 

 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *