oleh

Disperindag Ungkap Alasan Belum Difungsikannya Pasar Pakong

Kabarmadura.id/PAMEKASAN–Proses relokasi pedagang Pasar Pakong pada kios dan los baru, hingga kini belum terlaksana. Kondisi tersebut berbeda dengan dua pasar lainnya, yakni Pasar Palengaan dan Pasar 17 Agustus yang sudah direlokasi.

Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Pamekasan Bambang Edi Suprapto menguraikan, untuk merelokasi pedagang Pasar Pakong, terdapat kendala kekurangan kios mencapai 200 unit.

“Karena memang lokalnya kan masih kurang dua ratusan lebih, sambil saya mau bangun tahun ini, sehingga kekurangan lokal tidak begitu banyak,” ucapnya.

Selain kekurangan kios, Bambang beralasan, penundaan relokasi pedagang juga sehubungan dengan adanya maklumat Kapolri semenjak wabah Covid-19.

Kemudian, Forum Musyawarah Pimpinan Kecamatan (Muspika) Pakong tidak merekomendasi relokasi pedagang pasar pakong untuk saat ini, karena berpotensi adanya kerumunan warga yang banyak.

“Setelah ada maklumat Kapolri itu, Muspika tidak merekomendasi Pasar Pakong karena potensi terjadinya kerumunan yang bukan karena aktivitas jual beli cukup tinggi. Potensi kerumunannya tinggi sehingga tidak direkomendasi untuk direlokasi,” imbuhnya.

Guna melengkapi kekurangan sekitar 200 kios di Pasar Pakong, Bambang mengaku, tahun ini sudah merencanakan membangun kios dan los. Namun, pihaknya masih menunggu stabilnya kondisi Pamekasan dari wabah Covid-19.

Sejatinya, proses lelangnya akan dimulai pada bulan April 2020 ini, sementara surat perintah kerja (SPK) baru akan diterbitkan setelah Mei mendatang.

“Kami tahun ini mau bangun kios sama los, meskipun tidak mencukupi semua tapi minimal yang belum terakomodir tidak banyak, sambil lalu yang sudah selesai direlokasi, tapi menunggu redanya Covid-19 ini,” pungkasnya. (ali/bri)

 

Komentar

News Feed