oleh

Disperindagprin Alokasi Anggaran Rp3,3 Miliar untuk Revitalisasi Pasar Rakyat

Legislatif Minta Tingkatkan SDM Pengelola

Kabarmadura.id/SAMPANG – Kendati mayoritas kondisi pasar rakyat di Kabupaten Sampang kurang layak dan tidak memenuhi standar, Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disperindagprin) setempat menyebut, tahun ini hanya akan merevitalisasi dua pasar. Upaya perbaikan sejumlah kondisi pasar rakyat dilakukan secara bertahap sesuai ketersediaan anggaran.

Adapun pasar rakyat di Kota Bahari yang akan direvitalisasi tahun ini meliputi, Pasar Rakyat Sentol, Kecamatan Kedungdung dengan pagu anggaran Rp1,7 miliar dan pasar Kecamatan Ketapang Rp1,6 miliar. Sehingga total anggaran untuk revitaliasi dua pasar rakyat itu sebesar Rp3,3 miliar yang bersumber dari dana alokasi khusus (DAK).

Kepala Disperindagprin Sampang Wahyu Prihartono yang dikonfirmasi melalui Kabid Pengelolaan Pasar Sapta Nuris Ramlan berujar, upaya perbaikan sejumlah pasar rakyat yang belum memenuhi standar harus dilakukan secara bertahap. Pasar rakyat akan direvitaliasi tahun ini hanya dua lokasi.

”Anggaran revitalisasi pasar rakyat dari DAK tahun ini Rp3,3 miliar. Dana ini hanya dialokasikan untuk dua pasar saja, yakni Pasar Sentol Kedungdung dan Pasar Ketapang,” ujar Sapta Nuris Ramlan kepada Kabar Madura.

Selain itu, Pihaknya juga mengajukan bantuan dana tugas pembantuan (TP) kepada pemerintah pusat untuk revitalisai sejumlah pasar rakyat di Sampang. Mengingat mayoritas pasar di berbagai wilayah belum memenuhi standar kelayakan.

”Kami juga sudah mengajukan sebanyak enam pasar rakyat untuk direvitliasi melalui bantuan TP. Namun hingga saat ini belum ada kejelasan, kami masih koordinasi dan menunggu informasi dari pusat,” bebernya.

Ia menjelaskan, program revitalisasi pasar tersebut merupakan salah satu bentuk komitmen pemerintah dalam meningkatkan daya saing pasar rakyat, meningkatkan kesejahteraan para pedagang melalui peningkatan omzet, memberikan rasa kenyamaan kepada para pengunjung dan mendorong peningkatan pendapatan asli daerah (PAD) dari retribusi dan parkir di kawasan pasar.

Revitalisasi pasar rakyat itu, diprioritaskan untuk pasar yang telah berumur lebih dari 25 tahun, kondisi sudah jelek, wilayah yang memiliki potensi perdagangan sangat besar dan sebagainya. Pihaknya berharap, dengan adanya revitalisasi itu, nantinya semua pasar menjadi bersih, aman, nyaman dan mendorong peningkatan PAD serta dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

”Revitalisasi pasar rakyat ini bertujuan meningkatkan kenyamanan pengunjung, meningkatkan pendapatan para pedagang dan memudahkan masyarakat dalam melakukan transaksi jual beli dengan nyaman dan aman,” tukasnya.

Sementara itu, Anggota Komisi II DPRD Sampang Syamsuddin meminta Disperindagprin Sampang tidak hanya merevitalisasi bangunan pasar, akan tetapi harus dibarengi dengan upaya penguatan sistem dan manajemen pengelolaan pasar yang lebih baik. Sehingga PAD pasar lebih maksimal, tidak terjadi kebocoran.

Menurut politisi partai Hanura asal Camplong itu, selama ini sistem dan pengelolaan pasar rakyat di Sampang relatif kurang baik, semisal terkait ketersedian tenaga dan sarana kebersihan. Pasalnya di sejumlah pasar masih sering terlihak kotor dan kumuh, selain itu PAD sering bocor dan tidak sesuai target. Itu menunjukkan sistem dan pengelolaan pasar kurang baik.

”Kami minta jangan hanya fokus pada bangunan fisiknya saja. Namun SDM pengelolanya harus dipersiapkan,”singkatnya. (sub/pai)

Komentar

News Feed