oleh

Disperta Sampang Dukung Pengusutan Mafia Pupuk Subsidi

KABARMADURA.ID, SAMPANG-Tuntutan agar Polres Sampang memproses adanya penjualan pupuk subsidi jatah Sampang ke luar Madura, terus bergulir. Dinas pertanian (Dispertan) Sampang mendukung pengusutan kasus itu di kepolisian.

Sebelumnya, truk dengan nomor polisi M 8041 UP ditangkap di Blora, Jawa Tengah. Truk itu ditangkap setelah diketahui mengangkut pupuk bersubsidi sebanyak 8 ton. Sehingga truk dan sopir diamankan di Mapolres Blora.

Truk itu sempat dicurigai milik salah satu anggota DPRD Sampang, Fauzan Adzima. Namun berlakangan dikonfirmasi bahwa sudah dijual ke pihak lain sejak tahun 2018. Sehingga polisi masih mendalami pemilik truk bermuatan pupuk bersubsidi itu.

Diduga, pupuk subsidi itu akan dijual ke luar Madura. Namun belum diketahui asal muasal pupuk yang diangkut truk asal Kecamatan Tambelangan Sampang tersebut. Karena polisi masih menyelidi kasus itu.

Kepala Dinas Pertanian Sampang, Suyono mengaku mendukung jika kasus itu ditindaklanjuti oleh polisi. Sebab menurutnya, jika itu memang terjadi, tidak bisa dibenarkan. Sebab pupuk bersubsidi hanya diberikan kepada petani, bukan diperjualbelikan oleh mafia.

“Kami sangat mendukung itu. Sehingga menjadi perhatian bagi siapa saja yang akan melakukan penjualan pupuk subsidi secara ilegal,” katanya.

Soal asal muasal pupuk, pihaknya belum bisa memastikan. Tapi hasik pemeriksaannya, distribusi pupuk bersubsidi di Sampang berjalan sesuai aturan. Sehingga potensi penyelewengan pupuk sebanyak 8 ton dari Sampang masih perlu penyelidikan lebih lanjut.

Suyono menegaskan, truk pengangkut pupuk yang ditangkap itu bukan dari Tambelangan. Sebab jatah pupuk subsidi untuk Kecamatan Tambelangan tidak sampai 8 ton,  hanya sekitar 2 ton. Sehingga, jika truk pernah dimiliki orang Tambelangan, perlu diselidiki.

“Jika memang terbukti ada pupuk dari Sampang, kami sangat mendukung polisi. Sehingga pelaku diberi peringatan melalui jalur hukum. Sebab pupuk subsidi adalah hak petani bukan diperdagangkan,” imbuhnya. (man/waw)

 

 

 

 

Komentar

News Feed