oleh

Disperta Sampang Krisis Penyuluh Pertanian

Kabarmadura.id/Sampang-Dinas Pertanian (Disperta) Sampang, mengalai krisis petugas penyuluh pertanian. Saat ini, Disperta hanya memiliki 92 penyuluh untuk mendampingi kelopok petani binaan di 180 desa. Padahal seharusnya, setiap satu desa, dibina oleh satu penyuluh pertanian.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pertanian (Disperta) Sampang Suyono mengatakan, dari 92 penyuluh pertanian yang ada, 67 berstatus sebagai Aparatur Sipil Negara (ASN), sementara 25 lainnya berstatus sebagai tenaga honorer 25.

Sejatinya kata Suyono, setiap satu penyuluh bertugas untuk menangani pembinaan pertanian di satu desa. Namun akibat kekurangan Sumber Daya Manusia (SDM), saat ini setiap satu orang penyuluh harus menangani 2 sampai 3 desa.

“Jika dibandingkan dari banyaknya desa di Sampang, kami butuh tambahan penyuluh sekitar 88, karena jika masih tetap 92 penyuluh, maka program penyuluhan kepada petani kurang maksimal,” ungkapnya, Selasa (7/1/2020).

Pihaknya menyampaikan,  sudah mengajukan permohonan penambahan penyuluh kepada Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Sampang, namun hingga sampai saat ini, belum ada tanda-tanda adanya penambahan penyuluh.

Kendati mengalami krisis SDM, kegiatan penyuluhan pertanian agar masyarakat bisa meningkatkan kemampuan pengelolaan dan produksi hasil pertanian, tetap dilakukan dengan rutin. Para petugas penyuluh diakui rutin mendatangi petani di lapangan,

“Setiap tahun kami melakukan pengajuan, tapi sampai saat ini belum terkabulkan,” ujarnya.

Pelaksana tugas (Plt) Kabid Informasi BKPSDM Sampang Hendro menyampaikan, dirinya sudah melakukan pengajuan ke pemerintah pusat sebagaimana pengajuan yang dilakukan oleh dinas, namun sampai saat ini belum ada informasi terkait penambahan SDM penyuluh pertanian.

“Kami tidak bisa memberikan semua yang dibutuhkan, karena kami hanya menerima keputusan dari pusat,” tuturnya.

Sementara itu, Anggota Komisi II DPRD Sampang Alan Kaisan mengatakan, minimnya petugas penyuluh pertanian di wilayahnya bukan persoalan baru. Kendati demikian, sampai saat ini tidak ada langkah konkrit yang dilakukan Disperta untuk menangani persoalan tersebut.

“Kami sudah membahas persoalan itu dengan dinas terkait. Kami minta agar dinas merekrut penyuluh baru meski bukan PNS, Terpenting orang itu mempunyai keahlian di bidang pertanian,” ungkapnya.

Selain rekrutmen penyuluh, pihaknya meminta agar anggaran untuk program penyuluhan pertanian pada 2021 mendatang ditambah. Anggaran tersebut nantinya lebih banyak digunakan dalam program pengadaan alat, dan pembinaan atau pendampingan bagi petani.

“Potensi pertanian di Sampang tinggi, dan SDM di sektor pertanian juga sangat mendukung,” tutupnya (km49/pin)

 

Komentar

News Feed