Dispertahorbun Bangkalan Didesak Selesaikan Polemik Pupuk Bersubsidi

  • Bagikan
(FOTO:  KM/FA'IN NADOFATUL M) DISKUSI: PPB kembali datangi Dispertahorbun tuntut selesaikan persoalan pupuk bersubsidi

KABARMADURA.ID, BANGKALAN – Penebusan harga pupuk bersubsidi di atas harga eceran tertinggi (HET) kembali dikeluhkan oleh petani. Sebab, hingga saat ini Dinas Pertanian, Tanaman Pangan, Holtikultura dan Perkebunan (Dispertahorbun) Bangkalan dinilai belum mampu memberikan jaminan kepada petani terkait pelanggaran tersebut. Bahkan dinilai lemah dalam pengawasan terhadap distributor maupun kios pupuk yang menjual di atas HET.

Kondisi di atas membuat Paguyuban Pemuda Bangkalan (PPB) kembali melakukan aksi di depan Kantor Dispertahorbun. Mereka menuntut agar dinas terkait segera turun tangan. Bahkan menekankan agar memberikan teguran maupun sanksi kepada kios nakal.

Koordinator aksi Subairi menyayangkan, kinerja Dispertahorbun yang belum bisa menyelesaikan gejolak mahalnya pupuk bersubsibi. Dikatakannya, di Kecamatan Geger persoalan kelangkaan pupuk maupun penjualan di atas HET masih berlanjut.

“Kami ingin tindaklanjuti aksi kami kemarin, karena selama ini belum ada langkah konkret dari dinas. Permasalahan tersebut masih ada di bawah,” katanya.

Lanjutnya, dia menuntut agar harga ini disesuaikan dengan HET dan menindak bagi pelaku yang menjual di atas HET. Kemudian, ketersedian pupuk harus benar-benar direalisasikan. Sebab, hingga saat ini sebagian petani ada yang belum mendapatkan jatah pupuk bersubsidi.

“Bahkan ada yang dapat banyak, bahkan sudah datang beberapa kali pupuk di kios. Tapi petani yang belum dapat tetap tidak bisa mendapatkan pupuk dengan alasan ketersediaan tidak ada,” jelasnya.

Untuk itu, dia mempertanyakan, hal tersebut kenapa belum ada tindakan konkret dari Dispertahorbun Bangkalan. Dia berharap, persoalan yang seperti agar tidak terulang kembali dan harga harus sesuai HET.

“Stok juga harus disediakan, dibagikan merata harga maupun stok kepada petani,” pintanya.

Baca juga  Setelah Ungkap Dua Kasus, Banyak Korban Pemerkosaan Mulai Berani Lapor Polisi

Terpisah, Kepala Dispertahorbun Bangkalan Puguh Santoso menegaskan, akan menindak tegas kios yang menjual pupuk di atas HET. Dia berjanji akan melakukan teguran, bahkan bisa mencabut izin operasional kios.

“Kami akan langsung meminta distributor untuk kecamatan Geger agar langsung berkoordinasi dengan petani disana,” jelasnya.

Khususnya, petani yang belum mendapatkan pupuk. Dia akan menjamin bisa memperoleh pupuk. Dalam waktu Desember, dia akan menyalurkan pupuk tersebut di Kecamatan Geger.

“Sebetulnya ini hanya kesalahan teknis khususnya kuli, sehingga ada keterlambatan penyaluran,” tandasnya. (ina/mam)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan