Dispertahorbun Sumenep Aktif Memberikan Pendampingan pada Petani Tembakau

  • Whatsapp
(FOTO: KM/IST) LUAR BIASA: Dinas Pertanian, Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan (Dispertahorbun) Sumenep sangat peduli terhadap para petani tembakau.

KABARMADURA.ID, SUMENEP – Dinas Pertanian Tanaman Pangan Hortikultura dan Perkebunan (Dispertahorbun) Sumenep sangat aktif memberikan pendampingan terhadap para petani tembakau. Selain diberi arahan tentang bagaimana menanam tembakau yang baik, petani juga dibekali keahlian melalui pelatihan pertanian.

Kepala Dispertahotrbun Sumenep Arif Firmanto melalui Kepala bidang (Kabid) Perkebunan Rina Suryandari mengatakan, pendampingan terhadap petani tembakau terus dilakukan. Pendampingan membimbing petani untuk menanam tembakau yang baik dan berkualitas.

Bacaan Lainnya

“Pendampingan sudah kami lakukan, melalui penyuluh serta pelatihan khusus,” katanya, Selasa (6/7/2021).

Dia mengatakan, luasan lahan yang saat ini ditanami tembakau seluas 9.146,01 hektar. Pihaknya optimis tembakau itu berkualitas dan nilai jualnya tinggi.

“Termasuk cara memberi pupuk yang baik terhadap para petani sudah dilakukan,” tuturnya.

Wanita yang akrab disapa Yanda itu menegaskan, program pendampingan terhadap para petani dilakukan dalam setiap tahunnya, masyarakat yang kebingungan cara menanam tembakau yang lebih cepat dan menghasilkan kualitas yang bagus diberikan pendampingan atau pelatihan oleh penyuluh.

“Pelatihan serta pendampingan rutin kami lakukan, kami optimis dengan pendampingan itu nantinya akan menghasilkan tembakau yang berkualitas tinggi,” tandasnya.

Sementara itu, anggota Komisi II DPRD Sumenep Juhari mengutarakan, sebenarnya program pelatihan petani di Indonesia khususnya di Sumenep sudah dilakukan sejak lama. Bahkan, telah dijadikan program tahunan.

“Pelatihan terhadap petani sebenarnya sangat penting untuk dilakukan, apa yang menjadi program pemerintah, harus dipatuhi,” ucap dia.

Dia menyambut baik program pendampingan tersebut, mengingat saat ini dunia pertanian sudah sangat maju. Namun, dia mengingatkan mengenalkan pertanian modern bukan persoalan mudah. Hal ini karena petani masih  banyak yang tergolong petani tradisional. “Oleh karena itu pendampingan serta pelatihan di Sumenep perlu dilakukan,” tukas pria yang akrab disapa Ustaz Juhari itu. (imd/mam)

 

 

 

 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *