Dispertahortbun Bangkalan Canangkan Program Bangjani, Pancing Minat Pemuda

  • Whatsapp
(FOTO: KM/HELMI YAHYA) INOVATIF: Beberapa warga menanam bibit padi di area persawahan Kecamatan Burneh Bangkalan.

KABARMADURA.ID, BANGKALAN– Upaya membangkitkan minat masyarakat untuk aktif di bidang pertanian semakin digalakkan.  Meski respon para pemuda belum terlihat antusias, para petani yang konvensional masih didominasi oleh petani dengan usia dewasa. Selain itu, program pengembangan yang sudah digagas oleh Dinas Pertanian Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan (Dispertahorbun) masih terbatas anggarannya.

Akibatnya, belum bisa melakukan pengembangan rutin setiap tahunnya. Sebab selama ini, cukup sulit mendapatkan dukungan pemuda untuk terjun dalam dunia pertanian. Kepala Dispertahorbun Bangkalan Puguh Santoso melalui Kepala Bagian (Kabag) Humas C. Henry Kurniawan, Kamis (23/9/2021).

Menurutnya, di tahun 2020 kemarin pemerintah sudah mengeluarkan inovasi tanam jaring (Taring), inovasi tersebut dilakukan untuk mempermudah penanaman bibit padi. Sehingga lebih instan dan lebih disukai oleh pemuda.“Saya akui minat pemuda sekarang kurang, ini harus kami carikan solusi. Pemuda ini lebih penasaran, lebih suka yang praktis tapi menguntungkan, ini yang sekarang jadi sasaran kami,” ujarnya.

Melalui Program Bangkalan Sejahtera Petani (Bangjani) yang terbagi menjadi beberapa pokok program, lelaki yang akrab disapa CHK itu yakin nantinya bisa membuat petani muda lebih tertarik. Tentu dengan berbagai jenis komoditas tanaman. “Kami juga nanti akan lebih mengembangkan pada tanaman hias, atau buah-buahan lokal, sehingga mereka lebih antusias melakukannya,” jelasnya.

Pihaknya berharap, tahun 2022 nanti akan meluncurkan program Teman Bangjani, Teras Bangjani, Laptop Bangjani, Waroeng Bangjani, dan Inovasi Bangjani. Sementara pihak dinas sudah mendata pemuda milenial yang nantinya memiliki minat menjadi Teman Bangjani. “Semoga ini nanti bisa didukung oleh pemerintah, sehingga kami bisa merealisasikannya,” harapnya.

Sebab kata CHK, dana yang disiapkan untuk program yang direncanakan di tahun 2022 hanya sekitar Rp500 juta dari Anggaran Perencanaan Belanja Daerah (APBD). Sehingga harus digunakan dan dimaksimalkan. “Kami akan berupaya dengan dana ini, kami bisa mampu berinovasi,” tandasnya.

Sementara itu Ketua Komisi B DPRD Bangkalan Moh Rokib menyarankan, agar pengembangan yang melibatkan pemuda nantinya bisa membantu pendapatan daerah. Sehingga inovasi yang dilakukan juga bisa menguntungkan dan bermanfaat bagi Bangkalan. “Tentu selain inovasi, hasil yang kami inginkan nanti sumbangsih pada daerah,” responnya.

Sebab, dana yang diberikan kepada OPD merupakan dana yang memang dikelola untuk pengembangan dan bisa menguntungkan. Setidaknya ada timbal balik bagi masyarakat Bangkalan. “Kami tentu mendukung, tapi juga mengingatkan agar pendapatan daerah juga meningkat,” tegasnya.

Reporter: Helmi Yahya

Redaktur: Totok Iswanto

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *