Dispertahortbun Bangkalan: Sisa Serapan Pupuk Pengaruhi Kuota 2022

(FOTO: KM/HELMI YAHYA) CUKUP: Stok pupuk tahun 2021 di Bangkalan hampir tuntas didistribusikan terhadap setiap petani.

KABRMADURA.ID | BANGKALAN – Stok sisa kuota pupuk di Bangkalan masih sekitar 5 ribu ton, kuota subsidi yang merupakan hasil pengajuan tahun 2021 itu harus terserap. Sebab kuota subsidi diberikan berdasarkan kebutuhan petani. Sehingga jika kuota 2021 sebanyak 20 ribu ton tidak habis, maka kemungkinan akan ada pengurangan di tahun berikutnya.

Kepala Dinas Pertanian, Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan (Dispertahortbun) Bangkalan Puguh Santoso mengatakan, pada awal Desember masih tersisa sekitar 5 ribu ton. Sisa itu harus habis terserap untuk memenuhi kebutuhan petani hingga akhir tahun. “Kalau awal November yang lalu sekitar 9 ribu ton, sekarang awal Desember sisa sekitar 5 ribuan ton,” ujarnya, Minggu (5/12/2021).

Menurutnya, pada tahun 2022 nanti pengajuan penambahan dari kuota sebelumnya bisa dikabulkan. Salah satu persyaratannya, kuota di tahun sebelumnya harus tuntas terserap.  Sebab jika tidak, maka akan kesulitan mengusulkan tambahan. “Sekarang pengajuannya sudah melalui Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok (RDKK) jadi harus sesuai,” ucapnya.

Bacaan Lainnya

Pihaknya optimis, semua stok pupuk subsidi berhasil diserap. Sebab jika mengacu pada serapan di bulan November sebanyak 4 ribu ton habis. Sedangkan beberapa minggu lalu, sempat ada keterlambatan pengiriman. “Kemungkinan banyak yang akan melakukan penebusan di bulan ini, karena kemarin sempat ada kendala,” tuturnya.

Puguh juga berharap, pengajuan yang nanti akan direncanakan bisa diterima oleh Dirjen Pertanian, mengingat kebutuhan petani memang semakin menurun, lantaran ada penyempitan lahan. “Semoga nanti yang kami ajukan sesuai dengan ketentuan, sehingga tidak ada pengurangan kuota,” harapnya.

Sementara itu Ketua Komisi B DPRD Bangkalan Moh Rokib mengungkapkan, stok sisa pupuk subsidi harusnya sudah tuntas. Apabila pengajuannya sudah berdasarkan kebutuhan pada RDKK. Jika ada sisa, maka kemungkinan ada petani yang belum menggunakan haknya.

“Kalau data pengajuannya sesuai dengan RDKK berarti harus habis. Jadi dinas harus mengingatkan setiap kios pupuk. Agar memberikan pupuk sesuai dengan datanya. Sehingga tidak mempengaruhi stok pupuk di tahun 2022. Saya kira dinas juga perlu melakukan evaluasi tahunan, baik dari pendistribusian atau ketersediaannya yang biasanya lamban,” responnya.

Reporter: Helmi Yahya

Redaktur: Totok Iswanto

Tinggalkan Balasan