oleh

Dispertan Ajak Petani Meracik Pupuk Murah Berkualitas

KABARMADURA.ID, SAMPANG – Banyaknya petani yang belum terima kartu tani membuat Dinas Pertanian Sampang melakukan terobosan baru. Salah satunya mengajak masyarakat menerapkan penggunaan pupuk murah tapi berkualitas, di Desa Mambulu Barat, Kecamatan Tambelangan, Selasa (17/11/2020)

Sedikitnya 43 kelompok tani (poktan)  di Kecamatan Tambelangan dikumpulkan dalam agenda rembuk tani. Mereka dibekali ilmu baru dengan pembuatan pupuk murah. Kendati demikian, kualitas pupuk tetap baik untuk meningkatkan hasil produksi tani.

Kegiatan itu dihadiri langsung oleh Pelaksana tugas (Plt) Kepala Dinas Pertanian Suyono. Termasuk sejumlah pejabat yang tergabung dalam forum pimpinan kecamatan (Forpimcam). Bahkan, salah satu lembaga yang bergerak di bidang sosial kemasyarakatan, yakni Yayasan Sandal Jepit turut hadir dalam kegiatan tersebut. Bahkan kegiatan itu juga diisi dengan memberikan santunan kepada anak yatim.

Pada kegiatan pelatihan itu, petani diberi cara baru membuat pupuk yang berkualitas tanpa harus mengeluarkan biaya besar.  Poktan diajari meracik pupuk dengan menggunakan campuran petroganik. Campuran itu jika dicampur dengan jenis apapun bisa menghasilkan jumlah pupuk yang banyak. Salah satunya dengan cara fermentasi.

Plt Kepala Dispertan Sampang Suyono, mengaku sengaja menggelar kegiatan itu. Sehingga bisa membantu petani tetap memiliki pupuk dengan harga relatif murah.

“Saat ini masih banyak petani yang belum menerima kartu tani. Agar tidak kesulitan kami datang ke mereka dan memberi cara baru pembuatan pupuk murah,” katanya.

Dia menjelaskan, jika terobosan baru itu diyakini sangat membantu petani. Pupuk campuran petroganik itu untuk menghasilkan pupuk yang lebih banyak dan bermutu. Selain itu, cara pembuatan pupuk sangat mudah.

“Jika petani menginginkan pupuk urea maka bisa dicampur dengan petroganik. Selama lima hari difermentasi bisa menghasilkan pupuk yang banyak tapi berkualitas,” katanya.

Menurut Suyono, semua jenis pupuk bisa dicampur dengan petroganik. Dan hasilnya bisa lebih banyak dan bagus untuk pertanian. Itu dilakukan untuk mengantisipasi minimnya pupuk bersubsidi. Sebab untuk sementara petani tidak bisa mendapatkan pupuk subsidi sebelum menerima kartu tani.

Dikatakannya, kegiatan itu sudah diterapkan di Kecamatan Sokobanah. Pembuatan pupuk dengan cara baru itu efektif membantu petani. Sehingga bisa mengurangi pengeluaran modal dari petani untuk memenuhi kebutuhan pertanian.

“Kami akan lakukan ini ke semua kecamatan. Sehingga petani tidak lagi ribut soal kurangnya pupuk bersubsidi. Petani tetap mendapatkan pupuk kapanpun dan dimanapun,” pungkasnya. (man/mam)

Komentar

News Feed