oleh

Dispertan Sampang Terpaksa “Ngutang” Akibat Pencairan DBHCHT Tersendat

Kabarmadura.id/Sampang-Sektor pertanian di Kabupaten Sampang pada tahun 2020 mendapat kucuran bantuan dana bagi hasil cukai hasil tembakau (DBHCHT) sebesar Rp1,7 miliar. Namun hingga kini, pencairan bantuan yang dikelola oleh Dinas Pertanian (Dispertan) Sampang tersendat.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dispertan Sampang Suyono melalui Kepala Bidang (Kabid) Perkebunan Nurul Hayati mengatakan, rendahnya serapan DBHCHT disebabkan kendala adiministrasi dalam proses pencairan. Bahkan untuk sementara pihaknya masih menggunakan dana pinjaman untuk menyalurkan bantuan bibit yang bersumber dari DBHCHT itu.

Kata dia, penggunaan dana bantuan dari pusat tersebut sudah ada petunjuk teknis tersendiri. Diantaranya untuk penyaluran bantuan bibit tembakau, mesin perajang dan pupuk tembakau.

Dijelaskannya, kelompok tani penerima bantuan bibit tembakau tahun ini hanya ada 6 kelompok, serta bantuan keuangan itu digunakan untuk kegiatan penyuluhan kepada poktan yang tersebar di berbagai wilayah di Kabupaten Sampang.

“Kalau bantuan bibitnya sudah kami salurkan, tapi uangnya belum dibayar, kami masih ngutang ke pihak ketiga,” kelit Nurul Hayati saat dikonfirmasi Kabar Madura, Senin (29/6/2020).

Dia menguraikan, salah satu tujuan penyaluran bantuan DBHCHT itu, untuk mengembalikan citra tembakau khas Madura. Pasalnya para petani tembakau, khususnya di kabupaten Sampang masih banyak yang belum menggunakan bibit tembakau khas pulau garam itu.

“Dengan adanya bantuan ini diharapkan para petani tetap melestarikan tembakau khas Madura,” jelasnya.

Sementara itu, Hanafi salah seorang petani tembakau di Sampang mengaku, dirinya belum pernah mendapatkan bantuan, baik bibit tembakau, pupuk apalagi mesin perajang dari pemerintah.

Dirinya berharap bisa mendapatkan bantuan juga, karena dirinya mengaku sangat sulit  untuk menanam bibit tembakau khas Madura. Maka sebagian besar petani memilih alternatif untuk tetap menanam bibit tembakau dari luar daerah itu.

“Kalau saya pribadi bukan tidak mau menanam bibit tembakau khas Madura, tapi sangat sulit sekali untuk mendapatkan bibitnya, makanya penyaluran bantuan ini kami harap bisa merata,” ulasnya.

Untuk diketahui, berdasarkan catatan Kabar Madura, pagu bantuan DBHCHT untuk sektor pertanian di Kabupaten Sampang, pada tahun 2017 sebasar Rp4,9 miliar, tahun 2018 Rp4,7 miliar, pagu tahun 2019 berkurang drastis, hanya tinggal Rp1,7 miliar dan tahun ini masih tetap seperti tahun sebelumnya Rp1,7 miliar. (sub/pin)

 

Komentar

News Feed