Dispertan Tidak Kunjung Petakan Potensi Lahan Pangan

  • Whatsapp
(KM/SUBHAN) RENTAN DIALIHFUNGSIKAN: Kawasan lahan pertanian produktif di Kabupaten Sampang urung dipetakan oleh Dispertan setempat.

Kabarmadura.id/Sampang-Keseriusan Dinas Pertanian (Dispertan) Sampang, untuk melindungi keberadaan lahan pertanian produktif, perlu dipertanyakan. Pasalnya hingga kini, lahan pertanian pangan berkelanjutan (LP2B) belum dipetakan. Akibatnya, lahan-lahan pertanian banyak beralih fungsi.

Tidak hanya itu, Dispertan Sampang diketahui belum mengantongi data penyusutan lahan setiap tahunnya. Hal itu membuktikan, upaya penyelamatan lahan pertanian produksi di Kota Bahari tidak maksimal, bahkan cenderung terabaikan.

Pelaksana tugas (Plt) Kepala Dispertan Sampang Suyono berdalih, upaya pemetaan LP2B baru bisa dilaksanakan tahun ini, karena pada tahun sebelumnya tidak ada anggaran untuk kegiatan tersebut.

Dirinya menyebut, kawasan LP2B di Sampang mencapai 37 ribu hektar. Namun pihaknya belum bisa melakukan pemetakan secara rinci terhadap lahan tersebut, tersebut pemetakan lahan irigasi, tadah hujan dan tegal.

Untuk menetapkan LP2B tersebut, pihaknya mengaku harus melakukan proses pengukuran di masing-masing wilayah, sehingga dapat diketahui dan terpetakan terkait lahan produktif dan tidak.

“Untuk LP2B ini masih proses penyusunan yang akan dilaksanakan mulai tahun ini, kami sudah menyiapkan anggaran sekitar Rp300 – 400 juta untuk program ini,” ucap Suyono kepada Kabar Madura, Kamis (19/3/2020).

Dirinya menjelaskan, lahan pertanian sebelum ditetapkan menjadi LP2B itu, harus diukur, identifikasi dan dapat memenuhi persyaratan untuk dikembangkan menjadi lahan penghasil dalam pemenuhan kebutuhan pangan masyarakat.

Dengan demikian lanjut dia, setelah LP2B ditetapkan, lahan tersebut tidak boleh dialihfungsikan untuk kepentingan selain pengembangan pertanian.

“Penetapan LP2B ini masih banyak tahapan yang harus dilalui, meliputi pengukuran dan menyiapkan payung hukum berupa Peraturan Daerah (Perda) tentang penetapan LP2B, dengan harapan lahan pertanian tidak sembarangan dialihfungsikan,” tukas Suyono. (sub/pin)

 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *