Disporabudpar Sampang Persiapkan SOP Baru Pengelolaan Wisata

  • Whatsapp
(FOTO: KM/DOKUMEN) NOW NORMAL: Tidak penerapkan new normal berdasarkan acuan dari kementerian pariwisata.

Kabarmadura.id/Sampang-Pengeloaan destinasi wisata di Kabupaten Sampang akan menyediakan standart operasional prosedur (SOP) baru. Aturan tersebut untuk mempersiapkan penerapan new normal.

Kepala Bidang Pariwisata Dinas Pemuda Olahraga Kebudayan dan Pariwisata (Disporabudpar) Ibni Abdi Rahman melalui Kasi Pengelolaan dan Pengembangan Destinasi Wisata mengatakan, dengan adanya wacana penerapan new normal, imbauan dari pemerintah tetap diberlakukan sebab, sampai saat ini belum ada surat edaran (SE) tentang pencabutan.

Bacaan Lainnya

Selain itu ia menuturkan, sejauh ini dari Kementerian Pariwisata belum ada informasi terkait penerapan new normal, hanya saja disosiisasikan untuk melakukan persiapan.

“New normal itu masih wacana, sebab kami hanya disosialisasikan untuk melakukan persiapan. Adapun sementara ini masih tetap dilakukan penutup sementara, karena belum ada SE pencabutan penutupan,” Ungkapnya, Minggu (14/6/2020).

Dijelaskan, sebelumnya akan ada informasi edaran tentang panduan penerapan new normal dari kementrian pariwisata, tetapi sampai saat ini belum ada kejelasan.

Adapun panduan yang akan dikirimkan tersebut disarankan untuk menjadi acuan daerah untuk membuat protokol covid-19, bukan pembukaan kembali.

“Informasi nanti akan ada edaran tentang panduan new normal dari kementerian, tapi edaran panduan yang akan dikirimkan itu belum ada,” imbuhnya.

Kendati demikian, meski tanpa panduan dari kementerian pihaknya mengaku proses penyusunan SOP penyerapan new normal yang akan dijadikan sebagai bentuk antisipasi atau kewaspadaan.

Adapun kebutuhan dalam SOP kalau mengikuti protokol yaitu kesiapan petugas, alat pelindung kesehatan, sanitasi area juga harus dipriper, selain itu proses pelayanan juga harus disiapkan, termasuk juga harus ada physical distancing, tempat cuci tangan dan hand sanitizer.

“Kami sekarang sedang menyusun SOP penyerapan new normal, berdasarkan protokol,” tuturnya.

Ia menambahkan, untuk petugas bidang kesehatan yang bertugas di wisata tersebut pihaknya harus melihat lokasi dan bidang kerjanya. Sebab, kalau lokasi seperti hotel otomatis kerjasamanya dengan pusat kesehatan terdekat, jadi kalau ada masalah bisa diketahui serta rujukannya nanti.

“Kalau destinasi wisata kita belum berlakukan, tapi yang pasti harus bekerja sama dengan petugas kesehatan, tetapi jika kerja sama petugas kesehatan harus stanbay tidak, cuma kita atur komunikasi MOU-nya, ketika ada masalah harus segara dirujuk, dan cara mengatasinya seperti apa tidak tahu, yang jelas harus bekerja sama,” pungkasnya (mal).

 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *