Disporapar Pamekasan Jalani Beban Berat Kejar PAD Wisata yang Naik 700 Persen

News111 views

KABARMADURA.ID | PAMEKASAN-Masuk triwulan pertama 2023, pendapatan asli daerah (PAD) pariwisata masih mencapai 2,65 persen atau Rp6.759.600. Sementara target yang dipatok Rp713.270.000. Target tersebut jauh lebih tinggi dibanding 2022, yakni Rp90 juta.

Kepala Bidang (Kabid) Pariwisata Dinas Pemuda, Olahraga, dan Pariwisata (Disporapar) Pamekasan Moh. Zahri mengatakan, pihaknya tidak berharap banyak untuk bisa mencapai target PAD tersebut. Pasalnya, hanya berasal dari tiga destinasi wisata, Pantai Talang Siring, Pantai Numpang, dan Ekowisata Mangrove Lembung.

Sementara, anggaran untuk kegiatan fisiknya dipangkas dari Rp20 juta menjadi Rp11 juta.  Pemangkasan itu karena adanya refocusing. Sedangkan menurut Zahri, kelayakan dan fasilitas yang memadai sangat berpengaruh terhadap capaian PAD. 

“Jika yang tahun kemarin saja tidak tercapai, apalagi yang sekarang, ditambah anggaran fisiknya dipangkas 50 persen. Untuk mendongkrak PAD, harus ada pengunjung, dan untuk menarik pengunjung,  destinasi itu harus dilengkapi dengan fasilitas yang memadai,” terang Zahri. 

Baca Juga:  Tim Pemberantasan Rokok Ilegal Dibentuk Tanpa Kewenangan Menindak 

Zahri menjelaskan, langkah untuk mencapai target PAD itu dengan mengandalkan rancangan Peraturan Daerah Rencana Induk Pariwisata Kabupaten (Ripparkab) segera disahkan. 

Pasalnya, dengan disahkan Perda Ripparkab tersebut,  pihaknya bisa mengajukan anggaran yang lebih besar ke pusat.  Sehingga pengelolaan fisik destinasi wisata optimal. 

“Kami paham maksud baik pemkab menaikkan target PAD. Mungkin agar kami bisa lebih mandiri tidak bergantung pada anggaran dari pemkab. Selain Ripparkab, kami juga memanfaatkan acara-acara kesenian atau even lain, untuk menarik pengunjung,” tambahnya. 

Sementara itu, Ketua Komisi IV Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Pamekasan Imam Hosairi mengatakan, dipangkasnya anggaran fisik tersebut merupakan suatu hal yang wajar. Pasalnya, di tahun 2023 ada refocusing di semua dinas. 

Baca Juga:  KORMI Pamekasan Ajukan Rp1,1 Miliar, Dipenuhi Rp50 Juta

Namun yang menjadi catatan, menurut Imam, selain mengandalkan Perda Ripparkab, Disporapar harus lebih inovatif dalam mengatur strategi capaian PAD tahun ini. Seperti bekerja sama dengan pihak ketiga, diberlakukan sistem portalisasi parkir, dan lain sebagainya. 

“Ini memang PR bagi Disporapar untuk bekerja keras dan bekerja cerdas. Misal bekerja sama dengan pihak ketiga untuk menarik perhatian pengunjung, menyeleksi keluar masuknya pengunjung. Kalau perlu pasang CCTV dan berlakukan sistem portalisasi,” terangnya, Selasa (11/4/2023). 

Pewarta: Safira Nur Laily 

Redaktur: Wawan A. Husna

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *