Distan Anggarkan Pengadaan Pupuk Organik Rp12 Miliar untuk Petani

  • Whatsapp
(FOTO: KM/ ALI WAFA) FANTASTIS: Seluruh lahan pertanian di Kabupaten Pamekasan akan memperoleh program bantuan pupuk organik dengan dana Rp12 untuk pengadaannya.

KABARMADURA.ID, PAMEKASAN -Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pamekasan, menganggarkan bantuan pupuk organik dengan luasan lahan pertanian 10 ribu hektar. Hal ini diungkapkan, Pelaksana tugas (Plt) Kepala Dinas Pertanian Pamekasan, Ajib Abdullah, Selasa (16/02/2021).

Menurutnya, nominal anggaran untuk pengadaan pupuk organik dengan kapasitas 10 ribu hektar pertanian sebesar Rp12 miliar. Dana tersebut, bersumber dari anggaran pendapatan dan belanja daerah (APBD) Kabupaten Pamekasan tahun 2021.

Bacaan Lainnya

“Nanti kami hitung lagi sesuai dengan harga pupuk di lapangan. Tapi hitungan kasar 10 ribu hektar,” jelasnya.

Pupuk tersebut, nantinya akan disalurkan kepada seluruh petani secara gratis. Mekanismenya, diberikan melalui kelompok tani (poktan). Pihaknya mengaku, masih melakukan studi lebih lanjut terkait program tersebut.

Sehingga, belum bisa memastikan waktu pelaksanaan pengadaan pupuk organik.  Namun demikian, kegiatan tersebut akan dilaksanakan pada musim tanam pertama di tahun 2021. “Realisasinya diperkirakan pada triwulan ketiga atau triwulan keempat,” ucapnya.

Ajib menegaskan, anggaran Rp12 miliar masih berkemungkinan terkena refocusing. Sebab, masih dalam masa penanganan wabah Covid-19. Sedangkan, pembahasan mengenai refocusing anggaran itu, saat ini tengah dilakukan oleh tim anggaran.

Sementara itu, berdasar pada data dari Badan Pusat Statistik (BPS) Pamekasan tahun 2015, luas lahan pertanian di Kabupaten Pamekasan sekitar 10.491 hektar. Artinya, bantuan tersebut akan cukup untuk seluruh lahan pertanian di daerah.

Wakil Ketua DPRD Pamekasan Syafiuddin meminta, Distan mampu merealisasikan program tersebut seoptimal mungkin. Sebab, anggaran Rp12 miliar bukan angka yang kecil. Menurutnya, dari program itu diharapkan mampu menekan biaya produksi pada petani demi kesejahteraan dengan hasil tani melimpah.

“Itu tidak sedikit. Misi pemkab memang mengurangi biaya produksi di sektor pertanian, agar petani meraup untung banyak,” responnya. (ali/ito)

 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *