Distan Pamekasan Mentahkan Kritikan Dewan, Klaim DBHCHT Rp1,4 M Sesuai Peruntukan

  • Whatsapp
(FOTO: KM/KHOYRUK UMAM SYARIF)

KABARMADURA.ID, Pamekasan  -Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan (Distan PHP) Pamekasan mementahkan kritikan dewan setempat. Itu terkait dana bagi hasil cukai tembakau (DBHCHT) yang dinilai belum terarah dengan baik.

Kepala Bidang (Kabid) Perkebunan Distan PHP Pamekasan Suaidi menegaskan, DBHCHT sebesar Rp1,4 miliar tersebut sudah sesuai dengan rencana yang telah disepakati, yakni ada peruntukan sebelum musim tanam tembakau, peruntukan saat musim tanam berlangsung, dan pasca panen.

Bacaan Lainnya

Menurutnya, sudah terdapat program untuk memberikan keterjaminan kepada petani tembakau. Itu sesuai dengan analisa kebutuhan yang perlu dipenuhi. Utamanya sebelum musim tanam, sehingga pemanfaatannya bisa dilaksanakan secara baik.

“Kendatipun dinilai masih belum terarah dengan baik oleh dewan, sejatinya pra tanamnya itu berupa pengadaan handtractor  4 unit Rp200 juta. Alat tersebut diberikan kepada 4 kelompok tani (poktan),” ungkapnya, Senin (19/10/2020).

Suaidi menambahkan,  dalam proses realisasinya, program tersebut melalui e-katalog. Sehingga, untuk pendistribusiannya sudah tersampaikan kepada masyarakat melalui kelompok tani, sehingga sudah bisa dimanfaatkan.

Selain itu, ada pengerjaan 7  unit jalan produksi. Itu agar bisa memudahkan akses jalan produksi petani tembakau.

“Jalan produksi dihadirkan supaya pengangkutan mudah dan lancar,” paparnya.

Suaidi menjelaskan, tidak hanya program tersebut yang sudah dicanangkan, tetapi ia juga melatih 5 kelompok petani (poktan). Masing-masing poktan terdiri dari 27 orang. Tujuannya, guna meningkatkan kemampuan dalam bertani tembakau.

“Kami juga mengedukasi masyarakat dengan sekolah lapangan tembakau. Tujuannya untuk pengawalan budidaya tembakau. Terdapat 5 kelompok yang sudah terfasilitasi, masing-masing kelompok 27 petani,” ujarnya.

Adapun program pasca panen, pihak Distan Pamekasan memberikan bantuan mesin perajang sebanyak 20 unit kepada 20 poktan. Kegiatan yang berasal dari DBHCHT pada tahun 2020 sudah terserap semua. Oleh karena itu, ia berharap pemanfaatan program yang sudah diberikan bisa termanfaatkan dengan baik.

Sebelumnya, Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Pamekasan Syafiuddin menilai peruntukan dari DBHCT belum terarah dengan baik. Sebab, Syafiuddin mengungkap dana tersebut berasal dari tembakau yang sejatinya bisa lebih dikhususkan kepada para petani, baik sebelum tanam, saat tanam ataupun pasca panen.

“Dalam waktu dekat, kami akan mengevaluasi untuk anggaran berikutnya,” tegas alumnus Universitas Islam Madura itu. (rul/nam)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *