oleh

Disuruh Pulang, Warga Keluhkan Pelayanan RSUD Sampang

Kabarmadura.id/Sampang-Pelayanan kesehatan di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr Mohammad Zyn Sampang, kembali dikeluhkan warga. Selain pelayanan yang kurang prima, lantaran terbatasnya tenaga medis, rumah sakit plat merah itu, juga dinilai pilah-pilih dalam melayani masyarakat.

Hal itu diungkapkan oleh salah seorang warga berinisial Abdullah. Warga asal Kecamatan Kadungdung itu, mengaku sangat kecewa atas pelayanan yang diberikan oleh RSUD Sampang. Sebab, saat dirinya yang datang untuk mendapatkan pelayanan terapi, diminta untuk pulang dan melengkapi surat rujukan dari puskesmas terdekat.

Selain itu, RSUD yang dinilai memiliki pelayanan medis terbaik di Kota Bahari itu, juga tidak menerima proses administrasi melalui kartu Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS). Padahal menurutnya, kartu BPJS miliknya bisa digunakan di RSUD lain, termasuk RSUD di Kabupaten Pamekasan dan Kabupaten Bangkalan.

“Saya sempat disuruh pulang untuk minta surat rujukan, tapi gak jadi karena lewat jalur umum yang harus bayar. Di RSUD Sampang tidak menerima pelayanan BPJS, padahal di Pamekasan menerim,” keluhnya, Kamis (12/12/2019)

Menyikapi hal itu, salah satu bagian pelayanan medik RSUD Sampang Khoirul Umami menyampaikan, sesuai dengan regulasi terbaru yang diberikan ke RSUD terkait pelayanan BPJS fisioterapi. Pelayanan BPJS Fisioterapi hanya bisa digunakan oleh penanggung jawab khusus, atau dokter spesialis.

Hal itu diakuinya, juga diterapkan oleh RSUD di Pamekasan dan Bangkalan. Dua RSUD itu memberikan pelayanan fisioterapi yang menggunakan BPJS dengan penanggung jawab dokter spesialis

“Dulu sebelum ada regulasi terbaru, pelayanan BPJS fisioterapi ini dilayani. Sekarang harus dokter spesialis, sedangkan sampang belum ada,” kelitnya.

Sambung Umami, pihaknya sudah berupaya untuk merekrut dokter spesialis di RSUD Sampang, namun sampai saat ini belum ada, sehingga pihaknya berharap dengan dibukanya rekrutmen Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS), juga dapat merekrut dokter spesialis tersebut.

“Kami sudah mengirim surat terkait kebutuhan dokter spesialis fisioterapi ke koligiumnya, tapi belum ada,” kilahnya.

Selain itu Umami menyampaikan, dengan tidak tersedianya pelayanan BPJS fisioterapi, pihaknya meminta maaf karena memang dokter spesialis fisik sepertinya minim peminatnya sehingga pihaknya mengaku sangat kesulitan untuk mencari dokter fisik tersebut.

“Kami mohon maaf dengan tidak tersedianya pelayanan BPJS fisioterapi, dan kami terus akan berupaya untuk mencarinya,” tutupnya

 

Komentar

News Feed