Ditangkap Polisi, Ini Pengakuan Guru Pesantren yang Halalkan Konsumsi Sabu

  • Whatsapp
(KM/FA'IN NADOFATUL M.) MALU: AM yang merupakan tersangka pemakai sabu sekaligus guru ngaji di salah satu pondok pesantren

Kabarmadura.id/Bangkalan-Perilaku salah seorang guru agama di Bangkalan, AM (46) tidak patut ditiru. Pasalnya, selain menggunakan sabu untuk dirinya sendiri, guru yang mengajar Ilmu Syariah dan Bahasa Arab di Ponpes yang ada di Kecamatan Kwanyar tersebut mengklaim bahwa barang memabukkan tersebut menurut dalil agama hukumnya halal dan boleh dikonsumsi.

Kapolres Bangkalan AKBP Rama Samtama Putra menggatakan, AM ini juga merupakan residivis. Pernyataan yang dilontarkan oleh AM bahwa tidak ada larangan untuk mengnsumsi sabu sempat dijelaskan kepada santri-santrinya. Hingga ada santrinya yang terpengaruh seperti RZ (26) dan MKRB (23) yang saat ini tengah menjalani persidangan.

“Selain menggunakan sendiri, AM ini juga memperjualbelikan barang yang diakuinya halal ini,” katanya, Rabu (22/1).

Masih menurut AKBP Rama, hal tersebut terungkap setelah warga melapor karena resah dengan pernyataan AM.

“Warga resah dan santri resah. Dalilnya yang bersangkutan bahwa Narkoba jenis sabu itu halal karena tidak ada larangan di Al-Qur’an, tapi hanya di dalam hukum positif pemerintah ada larangan,” jelasnya.

Selain mengajar di Kwanyar, AM sendiri juga mengajar di beberapa pondok yang ada di Surabaya dan Mojokerto. Tersangka AM sempat masuk Daftar Pencarian Orang (DPO) karena melarikan diri keluar Bangkalan.

Lebih lanjut, AKBP mengatakan, anggota Satresnarkoba bersama anggota Polsek Kwanyar melakukan pengerebekan di rumah Mat, rabu malam (06/11) yang lalu. Saat pengerebekan, tersangka kabur dan menghilang. Hasil pengembangan dari kedua tersangka yang lebih terdahulu diamankan mengaku membeli sabu-sabu kepada AM.

“Kemudian tersangka AM ini kabur dan tidak ada di lokasi tempat tinggalnya sehingga kepolisian menerbitkan DPO,” ungkapnya.

Setelah berhasil ditangkap dan dilakukan pemeriksaan, tersangka AM ini yang menjual barang haram dan dijual kepada kedua tersangka yang merupakan santri-santrinya. ”

Alasannya hanya tidak ada larangan dalam Al-Qur’an tadi dan katanya untuk menambah semangat dalam mengajar dan belajar ngaji,” paparnya.

Sementara itu, tersangka AM berdalih bahwa hal itu merupakan salah persepsinya mengenai pemakaian sabu. Sehingga, dirinya mengira bahwa memakai sabu tidak dilarang dalam agama.

“Sudah 9 tahun pak memakai ini,” tandasnya.

Sekedar diketahui, dari hasil penangkapan pihak kepolisian selama 2 minggu di awal tahun 2020 ini, kepolisian telah menangkap 20 tersangka yang kesemuanya merupakan kasus narkoba. Dari 20 tersangka tersebut pihak kepolisian hanya menangkap pengedar dan pemakai barang haram itu dan belum berhasil menciduk bandarnya.

Tersangka yang kini diamankan salah satunya termasuk AM dan satu perempuan pemakai narkoba. Adapun barang bukti yang polisi berhasil amankan ada sabu seberat 12,98 gram beserta alatnya 6 bong dan 3 pipet, serta 3 kendaraan roda dua 3 unit. (ina/pai)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *