Ditemukan Sejumlah PesantrenTerima BOP Ganda

  • Whatsapp
(FOTO: KM/DOKUMEN) CURIGAI: Jaka Jatim Korda Sampang temukan sejumlah lembaga pendidikan Islam yang tercatat ganda sebagai penerima BOP pesantren.

KABARMADURA.ID, Sampang – Realisasi program bantuan operasional pendidikan (BOP) pesantren dan lembaga pendidikan keagamaan Islam di wilayah Sampang penuh kejanggalan. Karena diduga terjadi pemotongan bantuan di sejumlah lembaga pendidikan oleh oknum, bahkan ditemukan lembaga pendidikan yang terindikasi menerima bantuan ganda.

Hal itu diungkap oleh Sekretaris Lembaga Swadaya Masyarakat Jaringan Kawal Jawa Timur (LSM Jaka Jatim) Korda Sampang Busiri. Kata dia, setelah lembaganya menyebarkan kuesioner ke sejumlah lembaga pendidikan penerima BOP, terungkap adanya oknum yang mengkordinir pengadaan alat-alat protokol kesehatan yang bersumber dari bantuan itu.

Bacaan Lainnya

Tak hanya itu, pihaknya juga mengaku menemukan sejumlah nama-nama lembaga ganda yang tercatat sebagai penerima BOP di satu desa, semisal di Kecamatan Camplong, Torjun dan kecamatan lainnya.

Menurut Busiri ada yang sangat tidak masuk akal.Lembaga yang sama di satu desa mendapatkan bantuan semua hanya karena terdapat nomor statistik pondok pesantren (NSPP) yang berbeda.

Padahal, perbedaan NSPP itu, karena adanya NSPP yang lama belum dihapus dan yang baru, tetapi lembaga sama. Anehnya, masih ada lembaga yang tetap mendapatkan bantuan semua, memang sebagian lembaga yang namanya sama itu ada yang hanya mendapatkan satu saja. Dirinya mencurigai adanyaoknum yang sengaja bermain dalam realisasi program BOP tersebut.

“Nama lembaganya sama dan tercatat mendapatkan BOP semua, kami curiga ada oknum yang sengaja bermain dalam realisasi BOP ini,” ujar Busiri kepada Kabar Madura melalui jaringan selelurnya, pada Minggu (25/10/2020).

Pihaknya berjanji akan terus mengawal dan melakukan investigasi ke lembaga-lembaga penerima BOP di berbagai wilayah, guna memastikan bantuan dari pemerintah pusat itu tepat sasaran dan tidak ada penyimpangan.

Dalam waktu dekat, pihaknya berjanji akan melakukan audensi dengan pihak Kementerian Agama (Kemenag) Sampang, untuk mempertanyakan terkait adanya sejumlah namalembaga yang sama yang diloloskan untuk mengajukan dan mendapatkan bantuan.

Selain itu, mengklarifikasi adanya indikasi adanya pemotongan bantuan serta pengkondisian pengadaan prokes oleh oknum di berbagai kecamatan.

“BOP ini penuh masalah dan kejanggalan, Kami sudah berkirim surat ke Kemenag, jika tidak kunjung ada balasan, kami akan audensi, bahkan melakukan aksi turun jalan,” ungkapnya.

Sementara itu, Kepala Kemenag Sampang Pardi berkelit dengan menyatakan bahwa pihaknya tidak memiliki kewenangan apapun terkait BOP tersebut, karena sepenuhnya pemerintah pusat yang menentukan. Dirinya hanya menerima salinan surat keputusan (SK) nama-nama lembaga di Sampang yang tercatat sebagai penerima bantuan.

“Terus terang kami tidak ikut campur terkait BOP ini, jika memang ada temuan dan masalah dibawah, maka segera laporkan, kami akan fasilitasi,” singkatnya. (sub/waw)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *