Diterjang Badai, Sebulan Warga Masalembu Diterpa Kelangkaan Pangan

News256 views

KABARMADURA.ID | SUMENEP-Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumenep kesulitan menangani kelangkaan bahan pokok di Kepulauan Masalembu. Cuaca ekstrem jadi penyebab tersendatnya pengiriman kebutuhan pokok.

Menurut penuturan anggota DPRD Sumenep asal Masalembu Darul Hasyim Fath, sudah hampir sebulan lebih tidak ada pengiriman kebutuhan pokok ke pulau tersebut. Sehingga masyarakat setempat mulai kesulitan untuk mendapatkan makanan.

Letak georgrafis Masalembu yang berada di tengah Laut Jawa itu terguncang badai di setiap musim angin barat tiba. Para pencari berkah di samudera menghentikan seluruh akrivitas melaut dan menanti badai mereda.

Pulau berjarak sekitar 130 mil dari ibu kota pemerintahan Sumenep tersebut, kini tengah diterpa musim badai. Kemudian kelangkaan pangan kini telah menjelma menjadi krisis. Sehingga dia berharap badai segera mereda dan pemerintah melaksanakan operasi pasar untuk memastikan tidak ada praktik pasar yang memberatkan warga.

Baca Juga:  Dinsos Pamekasan hanya Berikan Bantuan Sembako untuk 47 Korban Hujan Deras dan Angin Kencang

“Beberapa pekan kapal Sabuk Nusantara 92 terparkir di Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya akibat badai belum mereda dan cuaca tidak menentu, hingga memengaruhi mobilitas logistik yang hendak dibawa ke Pulau Masalembu,” ungkap politisi PDI Perjuangan asal Pulau Masalembu itu.

Sementara itu, Pemkab Sumenep melalui Kepala Dinas Koperasi Usaha Kecil Menengah dan Perindustrian Perdagangan (Diskop UKM dan PP) Sumenep Chainur Rasyid membenarkan kelangkaan tersebut disebabkan oleh persoalan cuaca yang sangat ekstrem.

“Harus ditangani bersama oleh beberapa pihak, kelangkaan itu bukan disebabkan stok kami tidak ada, bukan! Tetapi itu masuk kategori bencana alam sudah,” kata dia, Senin (27/2/2023).

Baca Juga:  15 Desa di Sumenep Masuk Lokus Stunting 2024

Pria yang akrab dipanggil Inung itu melanjutkan, persiapan pendistribusian barang ke kepulauan khususnya di Kecamatan Masalembu masih normal, tetapi tidak terkirim lantaran akses transportasi laut tidak ada.

“Makanya, ini tugas bersama, termasuk Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sumenep juga harus terlibat, kelangkaan itu disebabkan karena bencana alam,” imbuh Inung.

Dia tetap menyarankan agar masyarakat pulau mempunyai perhitungan. Utamanya di musim tertentu dengan cuaca buruk yang sering terulang. Sehingga untuk mengatasi persoalan kekurangan kebutuhan pokok bisa cara menyetok barang yang menjadi kebutuhan pokok.

Sementara itu, Kepala BPBD Sumenep Wahyu Kurniawan Pribadi belum bisa memberikan keterangan. Berkali-kali dihubungi melalui aplikasi WhatsApp-nya tak kunjung tersambung.

Pewarta: Moh Razin

Redaktur: Wawan A. Husna

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *