oleh

Diterjang Wabah Covid-19, Kasus Narkoba justru Melonjak Tajam

Kabarmadura.id/PAMEKASAN-Dampak penangkapan 23 orang yang terlibat penyalahgunaan narkotika di ruang karaoke Wiraraja, Tlanakan, Pamekasan pada 16 Juni 2020, membuka tabir bahwa praktik penyalaggunaan narkoba di Pamekasan semakin merajalela.

Dari 23 orang yang diamankan Polres Pamekasan saat pesta narkoba itu, dari hasil tes urin, 15 di antaranya dinyatakanpositif mengonsumsi narkoba. 10 orang berjenis kelamin perempuan, dan 5 orang lainnya laki-laki.

Bahkan membuka fakta bahwa Pamekasan sudah menjadi jujukan penyuka pesta narkoba. Sebab dari 15 orang itu, 2 orang dari Sidoarjo, 5 orang dari Sumenep, 4 orang dari Sampang, dan 4 sisanya yang dari Pamekasan.

Kasat Narkoba Polres Pamekasan, AKP Bambang Hermanto mengatakan, kasus itu sudah dilimpahkan ke Kejaksaan Negeri (Kejari) Pamekasan dan berkasnya dinyatakan lengkap atau P21. Dia tidak menampik bahwa sejak lama Pamekasan memang menjadi sasaran empuk bandar narkoba.

Dilihat dari jumlah yang tertangkap dalam tiga tahun terakhir, atau mulai 2018 hingga 2020, pengedar narkoba yang beroperasi di Pamekasan terus meningkat.

Pada tahun 2018 ada 68 kasus penyalahgunaan narkoba di Pamekasan yang berhasil diungkap. Dari jumlah kasus itu, Polres Pamekasan berhasil meringkus 98 orang tersangka, 45 orang di antaranya adalahpengedar, sedangkan 50 orang lainnya adalah pemakai, ditambah 3 orang bandar.

“Alat bukti yang dapat kami amankan, 83,96 gram sabu dan 2.591 butir pil dekstro,” ungkap AKP Bambang, Rabu (26/8/2020).

Sedangkan di tahun 2019, 95 kasus penyalahgunaan narkoba berhasil ditangani. Kali ini jumlah tersangka yang terlibat naik signifikan, yakni 127 orang. Di tahun itu, 46 orang pengedar berhasil ditangkap, lalu 75 pemakai dan bandar yang juga berhasil dirungkus meningkat jadi 6 orang. Sementara alat bukti yang diamankan sebanuak 157,13 gram sabu dan 120 butir pil dekstro.

Sedangkan hingga 17 Agustus 2020 ini, sudah ada 65 kasus narkoba yang diungkapdengan 107 orang tersangka. Kendati baru pertengahan tahun,sudah ada 54 orang berstatus pengedar yang tertangkap, 53 sebagai pemakai, sedangkan untuk bandar masih belum ada yang tertangkap. Sementara ini, alat bukti yang diamankan ada 75,60 gram sabu, dan 497 butir butir pil dekstro.

AKP Bambang Hermanto menambahkan, pihaknya juga sudah mendeteksi kantong-kantong wilayah yang jadi objek tingginta peredaran narkoba. Wilayah yang saat ini menjadi atensi petugas kepolisian itu didominasi dari wilayah utara, sepertiKecamatan Batumarmar, Pamekasan.

Sedang untuk pencegahan, Sekertaris Badan Narkotika Kabupaten (BNK) PamekasanRidawati mengaku telah mengupayakan semaksimal mungkin untuk menekan masyarakat agar tidak semakin banyak pemakai narkoba di Pamekasan.BNK telah rutin sosialisasi dan bekerjasama dengan organisasi-organisasi anti narkoba di Pamekasan.

BNK Pamekasan,imbuh Ridawati, juga rutin menjalin komunikasi dengan beberapa organisasi di desa, seperti karang taruna dan lain dalam mensosialisasikan gerakan anti narkoba.

“Di tahun 2020 ini meski terkenda wabah Covid-19, BNK Pamekasan tetap sosialisasi dengan beberapa mitra kami untuk menekan kasus narkoba di Pamekasan. Upaya ini telah dilakukan sampai ke pelosok desa,” ucap Ridawati, Rabu (26/8/2020).(01km/waw)

 

Komentar

News Feed