Ditinggal Puthut, Bupati Pilih Yuliadi Jadi Plh Sekda

  • Whatsapp
Bupati Sampang Slamet Junaidi

Kabarmadura.id/SAMPANG-Bupati Sampang Slamet Junaidi bertindak cepat menangani kekosongan jabatan sekretaris daerah (sekda) Kabupaten Sampang yang bars saja ditinggal oleh Puthut Budi Santoso.

Sehari pasca ditinggal Puthut, Slamet Junaidi langsung menarik Yuliadi Setiawan sebagai Plh sekda Sampang. Yuliadi sebelumnya menjabat Plt kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Sampang dan juga Plt kepala Badan Kepegawian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Sampang.

Kepada wartawan, Kabag Humas Pemkab Sampang Yulis Juwaidi mengaku tidak tahu pasti soal alasan Phutut Budi Santoso mundur dari jabatannya.

Namun yang jelas, sambung Yulis, pasca mengetahui sekda mundur, bupati Sampang langsung merespon melalui surat pemberhentian terhadap Puthut Budi Santoso sebagai sekda.

“Pak Puthut memang sudah mengundurkan diri per tanggal 1 Juli kemarin, baik secara lisan maupun surat resmi,” ungkapnya.

Sebagai pengganti, Puthut Budi Santoso, maka pada hari yang sama bupati Sampang lansung memberikan surat penunjukan pelaksana harian (Plh) atas nama Yuliadi Setiawan yang sebelumnya menjabat sebagai kepala BKPSDM.

“Yang ditunjuk sebagai Plh adalah bapak Yuliadi Setiawan alias pak Wawan,” timpal Yulis.

Disinggung soal penyebab mundur Puthut sebagai sekda, Yulis menegaskan tidak tahu secara pasti terkait penyebabnya, sebab hal itu menjadi ranah dan kewenangan bupati.

“Baik secara pribadi maupun secara kedinasan saya belum tahu penyebabnya. Laporanya kepada bupati,”.

Kepada Kabar Madura, Yuliadi Setiawan mengatakan, dirinya memang ditunjuk sebagi Plh sekda oleh Bupati Sampang per tanggal 1 Juli kemarin.

Menurut Yuliadi, jabatan struktural seperti sekda memang tidak boleh dibiarkan kosong. Mungkin atas dasar itulah, bupati Sampang menunjuk dirinya sebagai Plh sekda.

“Benar (ditunjuk) sebagai Plh per tanggal 1 Juli kemarin,” ucapnya di balik sambung telepon.

Ditanya soal target ke depan, Yuliadi menuturkan, tentu harus mengikuti ritme kerja bupati dan menjalankan tugas-tugas kedinasan sebagaimana kewenanganya.

“Saya rasa tugas sekda jelas, yakni membantu kerja-kerja bupati dalam rangka mengkoordinasikan kebijakan SKPD,” terangnya.

Sementara itu, Kabid Mutasi BKPSDM Sampang, Arif Lukman menuturkan, sejauh ini BKPSDM telah memproses surat pengunduran dan pensiun dini yang diajukan oleh Puthut Budi Santoso. Sehingga nantinya surat dimaksud akan di entri melalui badan kepegawaian nasional (BKN).

“Sedang kita proses, nanti segera kita tindak lanjuti ke BKN,” tuturnya.

Kata Arif, pemberhentian Puthut dan penunjukan Yuliadi sebagai sekda sudah sangat sesuai dengan Peraturan Presiden Nomor 3 Tahun 2018 tentang penjabat sekretaris daerah.

“Mekanismenya memang begitu, Plh dulu, baru nanti ada Pj. Nah setelah itu ada sekda definitif,” pungkasnya. (sam/waw)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *