Ditinjau Dinkes Bangkalan, Ruang Perawatan RSIA Glamour Husada Terdeteksi Kurang Memadai

(FOTO: KM/FA'IN NADOFATUL M.) PEMANGGILAN: Kepada DPRD Bangkalan, pihak Dinkes Bangkalan menjelaskan hasil visitasinya bahwa ada beberapa item di RSIA Glamour Husada, Kamal kurang memadai.

KABARMADURA.ID | BANGKALAN-Setelah diragukan Komisi D Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Bangkalan, Dinas Kesehatan (Dinkes) Bangkalan mengunjungi Rumah Sakit Ibu dan Anak (RSIA) Glamour Husada, Kamal.

Keraguan Komisi D adalah terkait dokumen dan perizinan rumah sakit tersebut. Berdasarkan hasil visitasi Dinkes Bangkalan, ada beberapa item yang tidak memenuhi standar kelayakan. Salah satunya, yakni kurangnya ruangan perawatan di dalam rumah sakit.

Hal tersebut diungkap sendiri oleh Kepala Dinkes Bangkalan Sudiyo. Dia menyampaikan, Dinkes sudah dua kali mengunjungi RSIA Glamour Husada. Visitasi tersebut telah dilakukannya tiga bulan lalu. Baik bersama Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Timur (Jatim) dan Perhimpunan Rumah Sakit Seluruh Indonesia (Persi) Jatim.

Bacaan Lainnya

Diakuinya memang ada item dan perlu pembenahan. Sehingga menurutnya,  catatan hasil visitasi memang harus ditindaklanjuti manajemen rumah sakit tersebut. Selain itu, Sudiyo telah meminta manajemen RSIA Glamour Husada untuk membuat komitmen perbaikan agar layak menjadi tempat praktik.

“Kekurangan-kekurangan yang prinsip, harus ada komitmen dari rumah sakit. Semisal sistem instalasi pengelolaan air limbah (IPAL) yang menjadi catatan, harus kapan diperbaiki atau dibuat representatif. Biasanya kami memberikan waktu tiga bulan untuk perbaikan,” katanya, Senin (1/11/2021).

Sejauh ini RSIA Glamour Husada, diakui Yoyok (sapaan akrabnya), sudah melakukan pembenahan dan penataan. Pihaknya berjanji akan melakukan kunjungan lagi ke rumah sakit tersebut, untuk memastikan bahwa sudah dilakukan perbaikan dari hasil visitasinya.

“Jumlah tempat tidur yang kurang, kalau tempat tidurnya ada, jumlahnya juga ada. Hanya ruangannya yang belum ada. Kalau progresnya cepat rumah sakit itu,” papar lelaki asal Gresik tersebut,

Terpisah, Kepala Dinas Penanaman Modal dan Perizinan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Bangkalan Ainul Ghufron mengatakan, instansinya hanya memiliki wewenang mengenai syarat administrasi atau perizinannya. Baik mulai dari SIUP, IMB, KTP dan KK.

Sedangkan syarat lainnya. imbuh Ainul, diatur di Peraturan Menteri Kesehatan (Permenkes) yang realisasinya dilakukan oleh Dinkes Bangkalan.

“Sejauh ini sudah mengantongi, kami sudah sosialisasikan syarat-syarat administrasinya. Kalau teknisnya ada di Dinkes,” tuturnya.

Mengenai kelengkapan yang dimiliki oleh RSIA Glamour Husada, mulai Surat Izin Usaha Perdagangan (SIUP) dan Upaya Pengelolaan Lingkungan Hidup (UKL) dan Upaya Pemantauan Lingkungan Hidup (UPL). Sehingga DPMPTSP Bangkalan telah menerbitkan izin mendirikan bangunan (IMB) untuk rumah sakit tersebut.

Saat ini, yang perlu dilengkapi oleh RSIA Glamour, menurut Ainul, hanya rekomendasi praktik dari Dinkes saja yang kurang.

“Karena syarat-syarat IMB-nya sudah lengkap, termasuk SIUP-nya. Kami ini tinggal menunggu rekom dari Dinkes saja,” tandasnya.

Reporter: Fain Nadofatul M

Redaktur: Wawan A. Husna

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.