oleh

Ditolak Warga, Proyek Baru Rampung Terpaksa Dibongkar

Kabarmadura.id/Sampang-Proyek saluran air yang baru selesai dikerjakaan di Perumahan Permata Selong, Kelurahan Gunung Sekar, Sampang, terpaksa dibongkar.

Alasannya, proyek yang menelan anggaran sebesar Rp186.780.000 dari Alokasi Dana Kelurahan (ADK) APBD 2019 itu tidak sesuai dengan keinginan warga setempat.

Atas kondisi tersebut, warga setempat meminta penutup salurannya segera diganti dengan pelat beton.  Karena yang ada saat ini, terlalu tinggi dan kualitasnya kurang bagus, tidak kuat menahan beban yang berat. Terlebih, jalan tersebut merupakan jalan utamanya, yang sering dilewati kendaraan dengan muatan berat.

“Sebenarnya proyek saluran ini tidak ada masalah dan sudah selesai dikerjakan, tapi warga meminta tutup salurannya diganti pelat beton, dan pihak pelaksana menyanggupi untuk pemperbaiki,” ucap Anton, salah satu warga kelurahan setempat, Rabu (8/1/2020).

Di tempat yang sama, Ketua RT 08, RW. IX Perumahan Permata Selong, Muni menjelaskan, sebelum dibongkar ulang atas permintaan warga selaku penerima pemanfaat ada proyek tersebut, pihaknya mengaku sudah melalui musyawarah dan sudah ada surat pernyataan dari pihak-pihak terkait.

Pembongkaran proyek saluran itu, diklaim bukan karena adanya proses perencanaan yang salah. Hal itu murni karena kemauan dari warga setempat. Mengingat posisi tutup saluran tinggi dan bisa mengganggu pengendara yang lewat. Di sisi lain proyek saluran itu dinilai kurang kuat untuk menahan kendaraan dengan beban berat yang melintas.

Lanjut Muni, sebelumnya, warga meminta kepada pelaksana proyek itu, agar tutup saluran yang retak diganti dengan tutup yang baru dengan kualitas yang lebih bagus. Permintaan warga itu, sudah dituangkan dalam berita. Pihak pelaksana sudah menyanggupi, maka per hari ini (8/1/2020), sudah dibongkar untuk mengganti tutup saluran yang ada menjadi pelat beton.

“Pemborkaran ini murni kemauan dari warga, bukan karena ada salah perencanaan dan informasinya, dana yang digunakan untuk perbaikan ini, milik pribadi pelaksananya,” kelitnya.

Sementara itu, Wakil Ketua Komisi I DPRD Sampang Ubaidillah menganggap, tidak ada masalah dengan adanya pembonggaran proyek ADK tersebut. Pasalnya pembongkaran itu dilakukan pada masa pemeliharaan.

Menurut politis Partai Golkar itu, semestinya semua program baik fisik dan nonfisik itu, termasuk ADK sudah direncanakan dengan matang dan musyawaroh dengan penerima manfaat, sehingga tidak sampai terjadi kejadian yang serupa.

“Kalau dari kami sebenarnya tidak ada masalah, karena pemkaran ini masih masa pemeliharaan,” singkatnya. (sub/waw)

Komentar

News Feed